Yayasan UID Dukung SUTD dan ITB di Bidang Pendidikan

Yayasan UID Dukung SUTD dan ITB di Bidang Pendidikan

Yayasan UID Dukung SUTD dan ITB di Bidang Pendidikan
Yayasan UID Dukung SUTD dan ITB di Bidang Pendidikan

Yayasan Upaya Indonesia Damai (United in Diversity Foundation)

menandatangani nota kesepahaman dengan dengan Singapore University of Technology and Design (SUTD) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), di sektor pendidikan dan permagangan.

Kerjasama tripartit ini membuktikan hubungan yang harmonis antara publik dan swasta dalam sektor pendidikan dan bisnis antara kedua negara dalam menghadapi tantangan baru yang ditimbulkan oleh transformasi teknologi.

Kemitraan UID bersama ITB dan SUTD akan memupuk kesadaran dan kepekaan budaya antara komunitas akademisi di dua perguruan tinggi ternama ini, serta meningkatkan wawasan para dosen dan mahasiswa tentang lingkungan makro-ekonomi yang lebih luas, baik di Singapura maupun di Indonesia.

Kemitraan ini akan menambahkan dimensi baru, dimana dosen dan mahasiswa dari SUTD

dan ITB berkesempatan untuk berkontribusi dalam pengembangan masyarakat dan mampu menghadapi tantangan dunia di masa yang akan datang termasuk dalam transformasi teknologi dan pembangunan yang keberlanjutan.

Nota kesepahaman lima tahun yang ditandatangani oleh Pimpinan SUTD Mr. Lee Tzu Yang, Rektor ITB Profesor Kadarsah Suryadi dan Presiden Yayasan Upaya Indonesia Damai, United in Diversity Foundation (UID) Profesor Mari Elka Pangestu ini mencakup kerja sama pertukaran penelitian antara SUTD dan ITB, pertukaran dosen, peneliti dan post doc fellows untuk tujuan kerja sama, dan pengkajian untuk menjalankan program gelar ganda (double degree) tingkat Ph.D.

Rektor ITB mengatakan kerja sama antar perguruan tinggi diperlukan untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang, agar perguruan tinggi dapat memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi di wilayahnya.

“Kerja sama ITB, SUTD dan UID merupakan langkah kecil bagi kita untuk maju bersama,

” ucapnya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/9).

Presiden SUTD, Profesor Thomas Magnanti mengatakan visi SUTD secara teknis mempersiapkan para pemimpin dan inovator untuk melayani kebutuhan masyarakat. “Kami berharap kemitraan dengan ITB dan Yayasan Upaya Indonesia Damai, United in Diversity Foundation (UID) ini akan membuka peluang bagi mahasiswa kami untuk mencapai hal tersebut di Indonesia,” katanya.

Presiden UID, Profesor Mari Pangestu berharap kolaborasi ini akan mendukung visi UID dan Indonesia untuk mengembangkan kewirausahaan berbasis teknologi (technopreneurship) dan inovasi, terutama untuk memfasilitasi dan memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM) sehingga mereka dapat memperoleh keuntungan dari teknologi terkini dan business model.

 

Sumber :

https://works.bepress.com/m-lukito/2/