Virus corona: Peneliti dan sukarelawan berupaya ciptakan ventilator sederhana untuk pasien covid-19

Virus corona Peneliti dan sukarelawan berupaya ciptakan ventilator sederhana untuk pasien covid-19

Pada 1998, setelah 12 tahun mengorbit bumi, stasiun ruang angkasa milik Rusia, Mir, menunjukkan usianya yang telah uzur. Aliran listriknya kerap putus, komputer tidak dapat diandalkan, dan sistem kontrol iklimnya pun bocor.

Namun ketika para kru akhirnya mengkaji jenis mikroba yang mereka bawa ke tempat hidup luar angkasa itu, mereka terkejut dengan temuan yang mereka dapatkan.

Ketika membuka panel inspeksi, awak stasiun ruang angkasa itu menemukan beberapa gumpalan air keruh yang masing-masing berukuran bola sepak.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah sekelompok organisme yang menyerang segel karet di jendela stasiun ruang angkasa dan serangga yang mengeluarkan zat asam yang secara perlahan memakan kabel listrik.

Saat setiap modul Mir diluncurkan dari bumi, kondisinya nyaris steril. Wahana ini dirakit di dalam ruangan bersih oleh para insinyur yang mengenakan masker dan alat pelindung diri lainnya.

Akan tetapi semua hal yang tidak diinginkan di dalam stasiun ruang angka itu kini telah dibawa ke orbit oleh para astronaut dan kosmonaut dari berbagai negara yang ditugaskan mengoperasikan wahana tersebut.
Hak atas foto Getty Images/Bettmann

Image caption Empat astronaut makan bersama dalam proyek tes

Apollo-Soyuz tahun 1975.

Kita berbagi kehidupan dan tubuh dengan mikroba. Dari bakteri yang berjejer di usus kita hingga tungau mikroskopis yang menggigit kulit mati kita, diperkirakan bahwa lebih dari setengah tubuh kita bukanlah diri kita sendiri.

Kebanyakan mikroba itu tidak berdampak buruk, bahkan keberadaannya penting untuk memungkinkan kita untuk mencerna makanan dan menangkis penyakit.

Ke mana pun kita pergi, kita membawa mikrobioma. Seperti manusia, mereka juga belajar beradaptasi dengan kehidupan di luar angkasa.

“Luar angkasa merupakan lingkungan yang penuh tekanan, dan itu tidak

berlaku untuk manusia saja,” kata Christine Moissl-Eichinger, yang pimpinan kajian teranyar Badan Ruang Angkasa Eropa (ESA) tentang mikrobioma yang dibawa astoronaut dan kosmonaut ke Stasiun Ruang Angkasa.

“Penerbangan menuju ruang angkasa menyebabkan stres

sehingga para awak bertanya-tanya apakah mikroba juga mengalami hal serupa dan mengeluarkan dampak buruk,” tuturnya.

 

sumber :

https://rollingstone.co.id/seva-mobil-bekas/