LANDASAN BERPIKIR ALIRAN QADARIYAH

Di antara dalil-dalil atau ayat-ayat yang mereka gunakan untuk mendukung pemikiran mereka adalah :

· (QS. Fush-Shilat : 40).

إِنَّ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي آيَاتِنَا لا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَا أَفَمَنْ يُلْقَى فِي النَّارِ خَيْرٌ أَمْ مَنْ يَأْتِي آمِنًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (٤٠)

Artinya : “Kerjakanlah apa yang kamu kehendaki sesungguhnya Ia melihat apa yang kamu perbuat”.

· (QS. Al-Kahfi : 29).
Artinya : “Katakanlah kebenaran dari Tuhanmu, barang siapa yang mau beriman maka berimanlah dan barang siapa yang mau kafir maka kafirlah”.
·
· (QS.Ali Imran :165).
Artinya : “dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), Padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: “Darimana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

· (QS.Ar-Ra’du :11).
Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan [Tuhan tidak akan merobah Keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.] yang ada pada diri mereka sendiri”.

C. POKOK-POKOK PIKIRAN ALIRAN QADARIYAH

Ma’bad al-Jauhany menyebarkan aliran Qadariyah di Iraq dalam waktu yang relatif singkat. Meskipun demikian, hasil yang diperolehnya cukup besar dan gemilang. Banyak orang yang tertarik dan menganut alirannya. Setelah Ma’bad wafat, aliran ini disebarluaskan oleh Ghailan al-Dimasyqi sebagaimana yang telah disebutkan diatas. Dengan usaha Ghailan, aliran Qadariyah pun berkembang sampai ke Iran.
Ajaran Qadariyah yang pokok antara lain adalah manusia mempunyai kemampuan untuk bertindak (qudrah) dan memilih untuk berkehendak (iradah). Karena itu manusialah yang berhak menentukan perbuatannya, apakah ia ingin melakukan suatu kebaikan atau kejahatan. Serta manusia pulalah yang mempertanggung-jawabkan perbuatannya itu dihadapan Alllah swt.
Secara terperinci pokok-pokok pikiranaliran Qadariyah adalah sebagai berikut:
1. Mengingkari takdir Allah swt.
2. Berlebihan atau melampaui batas didalam menetapkan kemampuan manusia dengan menganggap mereka bebas berkehendak. Menurut aliran ini didalam perbuatan manusia,Allah swt tidak mempunyai pengetahuan(ilmu) mengenai perbuatan tersebut dan ia terlepas dari takdir kecuali setelah sesuatu itu terjadi.
3. Mereka berpendapat bahwa Al-Qur’an itu adalah makhluk (qadim). Hal ini disebabkan oleh tindakan pengingkaran mereka terhadap sifat Allah swt.
4. Mengenal Allah swt adalah wajib menurut akal dan iman itu ialah mengenal Allah swt. Jadi, menurut aliran Qadariyah iman adalah pengetahuan dan pemahaman. Sedangkan amal perbuatan tidak mempengaruhi iman. Artinya seseorang yang berbuat dosa besar tidak akan mempengaruhi tingkat keimanannya.
5. Mereka mengemukakan pendapat tentang surga dan neraka akan musnah (fana’) setelah ahli surga merasakan nikmat dan ahli neraka merasakan azab.
Menurut aliran Qadariyah, Allah swt tidak mengetahui segala apapun yang diperbuat oleh manusia dan tidak pula yang diperbuat oleh manusia itu dengan qudrah dan iradah Allah swt. Bahkan menurut paham ini manusialah yang mengetahui serta mewujudkan segala yang diamalkannya itu dan semuanya dengan qudrah dan iradah manusia sendiri. Allah swt sama sekali tidak ikut campur didalam membuktikan perbuatan-perbuatan itu.
Kaum muslimin (ahlus sunnah wal jamaah) sendiri sudah sepakat seluruhnya menghukumi aliran Qadariyah ini termasuk golongan kafir. Karena banyak pokok-pokok pikiran aliran ini yang sangat tidak sesuai dan bertentangan dengan aqidah ahlus sunnah wal jama’ah yang mengikuti tuntunan Allah swt dan rasul-Nya.

Recent Posts