Terapkan Mental Juara pada Siswa

Terapkan Mental Juara pada Siswa

Terapkan Mental Juara pada Siswa
Terapkan Mental Juara pada Siswa

Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK 2018 tingkat Provinsi Jawa Barat

melahirkan para pemenang siswa terbaik Jawa Barat. Setelah melewati beberapa tahapan perlombaan, dimulai dari tingkat terendah, terpilih siswa para juara yang akan mewakili Jawa Barat dalam ajang internasional.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK), Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dodin R Mulyadin mengatakan, para siswa telah mengikuti lomba sebaik mungkin. Walaupun begitu, tetap ditentukan pemenangnya.

“Semua pada prinsipnya adalah pemenang. Kalian adalah anak-anak

terbaik Jawa Barat. Selanjutnya akan mewakili Jawa Barat ke tingkat nasional dan tingkat dunia. Itulah SMK. SMK Bisa!,” ujar Dodin saat menutup acara sekaligus membagikan piala penghargaan di Graha Pariwisata, Jababeka, Bekasi pada Jumat, 19 Oktober 2018.

Dodin mengatakan, kompetisi seperti ini bertujuan untuk membangun karakter siswa dan menumbuhkan semangat siswa untuk terus berprestasi. Guru dan kepala sekolah diharapkan dapat menanamkan mental juara kepada siswa.

“Perjuangannya terus, berdoanya juga terus. Itulah karakter bangsa kita. Semangat juara, berperilaku juara lahir batin. Kaya tapi tidak sombong. Mental juara itu terwujud dalam perilaku juara semangat juara, hati dan pikirannya,” ujar Dodin.

Dodin mengatakan, para juara nantinya akan dikirimkan ke LKS SMK

tingkat nasional sebagai perwakilan Jawa Barat. LKS SMK tingkat nasional yang akan berlangsung 2019 nanti akan dilaksanakan di Yogyakarta. Para juara akan diberikan pembinaan untuk menghadapi LKS SMK tingkat nasional tersebut

“Kita punya waktu enam bulan untuk melakukan pembinaan. Mari kita bersinergi. Mungkin, dunia industri dan usaha, dan ada juga cabang dinas, kita besinergi untuk melakukan pembinaan untuk anak-anak kita,” ujar Dodin.

Tahun lalu, durasi pembinaan LKS SMK untuk siswa yang juara ke tingkat nasional terbilang kurang. Maka, tahun ini, Dodin mengatakan, untuk mempersiapakan siswa dengan matang, waktu pembinaan ditambah menjadi enam bulan. Tujuannya agar siswa semakin siap dan matang untu menghadapi tingkat nasional.

“Sekarang kita mendapatkan jaara tingkat provinsi pada Oktober, dan LKS SMK tingkat nasional dilaksanakan pada Juli 2019. Artinya dengan waktu yang panjang, kita punya kesempatan melatih anak-anak kita untuk menjadi yang terbaik,” ujar Dodin menjelaskan.***

 

Baca Juga :