Tembok SDN 2 Cangkring di Tegal Retak, Siswa Mengaku Ketakutan

Tembok SDN 2 Cangkring di Tegal Retak, Siswa Mengaku Ketakutan

Tembok SDN 2 Cangkring di Tegal Retak, Siswa Mengaku Ketakutan
Tembok SDN 2 Cangkring di Tegal Retak, Siswa Mengaku Ketakutan

Kebudayaan tidak bisa dipisahkan dari pendidikan,

mengutip pernyataan Ki Hadjar Dewantara, Staf Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Iwan Syahril, mengatakan bahwa pendidikan merupakan tempat persemaian benih-benih kebudayaan.
Kebudayaan yang dimaksud bukanlah kebudayaan dalam arti sempit seperti tari-tarian, musik, dan sebagainya, namun kebudayaan dalam arti luas dalam konteks peradaban.
“Apa yang kita lakukan di dunia pendidikan itu sebenarnya adalah mimpi peradaban, jadi kebudayaan atau peradaban seperti apa yang ingin kita cita-citakan itu pondasinya kita letakan di pendidikan,” kata Iwan ketika menjadi pemateri dalam Konferensi Sekolah Katolik 2020 yang digelar oleh Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Jumat (10/1).
Pemerintahan Joko Widodo memiliki tujuan, pada 2045 kelak Indonesia menjadi negara maju. Untuk mencapai tujuan itu, kunci utama yang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia kata Iwan adalah percaya diri dan optimisme. Tapi itu saja belum cukup, bangsa Indonesia juga harus memiliki budaya kerja keras, kerja cepat, dan kerja produktif yang orientasinya bukan lagi fokus pada proses melainkan pada outcome atau hasil.

“Jadi kerja keras kita itu jangan hanya sibuk heboh-hebohnya saja

, budget terserap habis, tapi outcome-nya tidak tercapai,” lanjutnya.
Dalam konteks pendidikan, hasil utama yang harus diingat selalu dan menjadi prioritas adalah siswa dan kualitas pembelajarannya. Selain itu, inovasi, kata Iwan juga harus menjadi budaya. Cara-cara kerja lama yang tidak membuahkan hasil yang efektif dan efisien perlu diubah. Hal ini kemudian dimanifestasikan oleh Kemendikbud menjadi Merdeka Belajar, yakni memerdekakan unit-unit pendidikan, satuan pendidikan, guru, dan siswa agar bisa menumbuhkan budaya inovasi. Kemerdekaan di sini, kata Iwan, bukan berarti bebas tanpa ada juntrungannya, tapi berdaya dan memberdayakan.

“Karena budaya inovasi tidak mungkin akan muncul tanpa adanya

kemerdekaan. Sekolah katolik musti bisa menjadi contoh dalam perubahan ini, sekolah jadi pusat menyemai peradaban Indonesia masa depan,” jelasnya.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/