Struktur Bakteri

Struktur Bakteri

Struktur Bakteri

Berikut ini terdapat beberapa struktur pada bakteri, antara lain sebagai berikut:

  • Dinding Sel

Sebagian besar dinding sel bakteri mengandung peptidoglikan (peptidoglycan), jaringan polimer gula termodifikasi yang terkait-silang oleh polipetida pendek.

Struktur molekular ini menyelubungi seluruh bakteri dan mengikat molekul-molekul lain yang menjulur dari permukannya. Bakteri juga dapat diklasifikasi menjadi dua kelompok berdasrkan perbedaan komposisi dinding selnya. Bakteri gram-positif memiliki dinding yang lebih sederhana dengan jumlah peptidoglikan yang relatif banyak.

Bakteri gram-negatif memiliki peptidoglikan yang lebih sedikit dan lebih kompleks secara struktural, dengan membran luar yang mengandung lipopolisakarida (karbohidrat yang berikatan dengan lipid). Bagian lipid dari lipopolisakarida dalam dinding berbagai bakteri gram-negatif bersifat toksik, menyebabkan demam atau syok.

Lebih lanjut, membran luar dari bakteri gram-negatif membantu melindungi bakteri dari sistem pertahanan tubuh. Bakteri gram-negatif juga cenderung lebih resisten terhadap antibiotik daripada spesies gram-positif.

  • Ribosom

Ribosom merupakan suatu partikel sitoplasma, bila diamati di bawah mikroskop elektron, terlihat suatu partikel sitoplasma kecil. Ribosom terdapat dalam padatan sesudah protoplas setelah sel bakteri dirusak dengan sentrifugasi 100.000 g.

Ribosom bakteri berukuran 70S (800 KDa), dan dapat dipisahkan menjadi subunit 30S dan 50S. Subunit 30S mengandung RNA 16S, sedangkan subunit 50S mengandung RNA 23S dan 5S.

Kumpulan poliribosom-membran mengandung semua komponen sistem pensintesis-protein; poliribosom merupakan rantai ribosom 70S (monomer) menempel kepada mRNA. Jumlah ribosom bervariasi sesuai dengan kondisi pertumbuhan: sel tumbuh-cepat dalam medium yang sesuai, mengandung lebih banyak ribosom dibandingkan dengan sel tumbuh-lambat dalam medium yang kurang memadai.

Protein mirip-histon saat ini sudah ditemukan dalam jumlah yang kecil berhubungan dengan DNA E. coli. Pada bakteri, juga telah diketahui adanya poliamin, seperti putreskin dan spermidin. (2)

  • Kapsul

Dinding sel dari banyak prokariota dilapisi oleh kapsul. Kapsul adalah lapisan lengket dari polisakarida atau protein. Kapsul ini memungkinakan prokariota melekat ke substratnya atau ke individu lain dalam suatu koloni.

Beberapa kapsul melindungi bakteri dari dehidrasi, dan beberapa melindungi prokariota patogenik dari serangan sistem kekebalan inangnya

  • Membran sel

Membran sel bakteri yang tersusun oleh asam lipoteikoat (LTAs) merupakan polimer gliserolfosfat yang berakhir pada glikolipid, yang menembus membran sitoplasma.


Asam teikuronat (TAs) merupakan polimer yang terdiri dari N-asetyl- galaktosamine (galNac) dan glucoronic acid (GlcUA), terikat sebagai unit pengulangan disakarida (GlcUA ( 1,3 ( GalNac)n. TAs tidak mengandung fosfat, tetapi terdapat sebagai polimer polianionik bersifat asam disebabkan karboksil dari asam uronat. TAs berikatan melalui N-asetilglukosamin-1- fosfodiester kepada grup hidroksil C-6 asam muramat.


Asam teikuronat dapat ditemukan pada sel bersama dengan asam teikoat; asam teikuronat disintesis ketika sel kehilangan fosfat, untuk membuat asam terikat.


Di bawah mikroskop elektron, irisan melintang sel Gram-positif, dinding sel sebagai lapisan di atas membran plasma yang relatif tebal, yang sensitif terhadap lisozim. Protein dan polisakarida, menyokong lapisan substruktur dinding sel.


Protein membran tipe-spesifik serologik dari Streptococcus grup A membentuk suatu lapisan dinding fimbria eksternal yang tebal dan tersebar, yang dapat dirusak oleh tripsin tanpa mengganggu kelangsungan hidup sel.


  • Pili

Pili atau fimbria adalah tonjolan protein mirip rambut yang membantu sel melekat ke sel lain atau ke subtrat. Fimbria juga dikenal sebagai pilus pelekatan.


Bakteri penyebab gonorrhea, Neisseria gonorrhoeae, mengunakan fimbria untuk melekatkan dirinya pada membran mukus inangnya.


Fimbria biasanya lebih pendek dan lebih banyak daripada pilus seks, tonjolan yang mendekatkan dua sel sebelum transfer DNA dari satu sel ke sel lain.

  • Mesosom

Pada bakteri Gram-positif terdapat struktur pelipatan membran plasma ke bagian dalam yang disebut mesosom.


Mesosom biasanya terlihat sebagai kantung sitoplasma penghubung-membran yang terdiri dari lamela (lembaran), tubuler (bentuk tabung) atau struktur vesikuler (kantung); semuanya sering dihubungkan dengan septa pembelahan sel.


Penempelan mesosom kepada kromatin DNA dan membran, dapat dilihat pada irisan tipis di bawah mikroskop elektron.


Sumber: https://rumahbagus.co.id/lyne-apk/