Sekolah pelaksana kurikulum 2013 bertambah

Sekolah pelaksana kurikulum 2013 bertambah

Sekolah pelaksana kurikulum 2013 bertambah
Sekolah pelaksana kurikulum 2013 bertambah

Setelah 145 sekolah melaksanakan kurikulum 2013 sejak awal tahun ajaran 2013/2014

, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menambah 150 sekolah sebagai sasaran pelaksana kurikulum yang baru.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmantan Baskara Aji. Menurutnya, untuk menunjang hal tersebut, pelatihan bagi guru sekolah akan diberikan dan rencananya dimulai akhir Agustus 2013 mendatang.

“Dari 150 sekolah sasaran tambahan tersebut, 100 sekolah dari jenjang SD dan 50 SMP. Rencana penambahan sekolah sasaran sendiri dikarenakan akan diadakannya pelatihan kurikulum 2013 pada guru SD dan SMP yang dimulai 26 Agustus-3 September 2013 nanti oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) DIY,” ujar Kadarmantan, di Yogyakarta, Minggu (4/8/2013).

Menurut Aji, 150 sekolah sasaran tambahan tersebut untuk memenuhi kuota guru

yang akan dilatih. Untuk jenjang SD kuota guru yang akan dilatih ialah 824 guru dan kepala sekolah, sedangkan jenjang SMP ada 400 guru dan kepala sekolah. Hingga batas akhir sebelum pelatihan dimulai, SD dan SMP yang belum menjadi pelaksana kurikulum 2013 boleh mengajukan diri.

“Sekolah yang mengajukan diri akan kami prioritaskan untuk terpilih mengikuti pelatihan kedua ini. Sampai saat ini, sudah ada 40-an SD dan 14 SMP yang mendaftarkan diri sebagai sekolah sasaran,” imbuhnya.

Dijelaskan Aji, bagi sekolah sasaran tambahan untuk jenjang SD, implementasi kurikulum 2013

langsung akan dilakukan begitu pelatihan guru dan kepala sekolah selesai. Namun bagi jenjang SMP, kurikulum 2013 baru akan diterapkan mulai semester kedua tahun ajaran 2013/2014.

“Mengenai masalah raport, tidak akan ada masalah karena sejak awal sebenarnya implementasi kurikulum 2013 sudah mulai dirintis juga oleh sekolah yang belum ditunjuk sebagai sekolah sasaran. Namun memang materinya masih menggunakan KTSP,” tuturnya.

Aji mengatakan, kegiatan pelatihan guru kedua tersebut akan didanai oleh dana sisa pelatihan guru pertama pada akhir Juli 2013 lalu. Sisa dana tersebut akan dibagi secara proposional ke kabupaten/kota se-DIY. Pelatihan akan dilaksanakan selama 52 jam yang terbagi dalam delapan hari.

“Mengenai buku ajar sendiri, untuk sementara akan tersedia dalam bentuk digital. Buku dalam bentuk sesungguhnya baru akan diadakan pada tahun ajaran baru 2014/2015,” pungkasnya.

 

 

Sumber :

http://eventful.com/performers/m-joko-lukito-/P0-001-014219718-0