Resume Teori Belajar Disiplin Mental

Resume Teori Belajar Disiplin Mental

Resume Teori Belajar Disiplin Mental

Teori Belajar Disiplin Mental

Belajar merupakan penyeimbangan dari kekuatan,  kemampuan dan potensi-potensi yang dimiliki tiap individu. Tokoh yang mengemukakan antara lain Plato, Aristoteles, Johan Friedrich, Herbart, dan J. J. Rousseau. Ciri utama dari teori ini yaitu Individu memiliki kekuatan, kemampuan, atau potensi-potensi tertentu. Dari kelahirannya atau secara herediter, anak telah memiliki potensi-potensi. Belajar merupakan upaya untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut. Implementasinya siswa diberi kebebasan untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki. Guru berperan sebagai fasilitator dan Pembelajaran berpusat pada siswa.

Prinsip Teori Disiplin Mental 

  1. Faculty Psychology (Psikologi Daya)

Menurut teori ini individu atau anak mempunyai sejumlah daya mental seperti daya untuk mengamati, menanggap, mengingat, berpikir, memecahkan masalah, dan sebagainya. Belajar merupakan proses melatih daya-daya tersebut. Kalau daya-daya tersebut terlatih maka dengan mudah dapat digunakan untuk menghadapi atau memecahkan berbagai masalah.

  1. Herbartisme

Bersumber pasa Psikologi Strukturalisme dengan tokoh utama Herbart. Belajar adalah mengusahakan adanya tanggapan-tanggapan yang tersimpan dalam kesadaran yang akan membentuk suatu struktur tanggapan atau dengan kata lain adalah membentuk massa apersepsi. Anak mempunyai kemampuan untuk memperlajari sesuatu. Hasil dari suatu perbuatan belajar disimpan dan membentuk suatu massa apersepsi,dan massa apersepsi ini digunakan untuk mempelajari atau menguasai pengetahuan selanjutnya. Demikian seterusnya semakin tinggi perkembangan anak, semakin tinggi pula massa apersepsinya.

Naturalisme Romantik

Teori ini berpangkal dari Psikologi Naturalisme Romantik dengan tokoh utamanya Jean Jacques Rousseau. Sama dengan kedua teori sebelumnya potensi atau kemampuan. Kelebihan teori ini adalah mereka berasumsi bahwa individu bukan saja mempunyai potensi dan kemampuan untuk berbuat atau melakukan berbagai tugas, tetapi juga memiliki kemampuan dan kemampuan untuk belajar dan berkembang sendiri. Agar anak dapat berkembang dan mengaktualisasikan segala potensi yang dimilikinya pendidik atau guru perlu menciptakan situasi yang permisif yang jelas. Melalui situasi demikian, ia dapat belajar sendiri dan mencapai perkembangan secara optimal. secara Spesifik ciri-ciri prinsip ini antara lain :

      a) Manusia adalah baik dan aktif.
      b) Berpusat pada perasaan dan kemanusiaan.
      c) Belajar adalah mengkondisikan lingkungan.
      d) Merupakan proses aktualisasi. 

 

Sumber : https://www.givology.org/~danuaji/blog/696982/