PROSES PENGEMBANGAN PRODUK BARU

PROSES PENGEMBANGAN PRODUK BARUPROSES PENGEMBANGAN PRODUK BARU

 

Masing-masing organisasi mungkin menggunakan pendekatan yang berbeda untuk mengembangkan produk baru, tetapi langkah-langkah yang diikuti dalam pengembangan produk baru biasanya adalah sama. Gambar 2-2 menunjukkan proses pengembangan produk baru, yang terdiri dari 5 (lima) langkah sebagai berikut :

  1. Pencarian gagasan. Sumber utama gagasan-gagasan produk baru dari pasar, atau teknologi yang telah ada. Gagasan-gagasan pasar merupakan berbagai kebutuhan dan keinginan para konsumen (langganan) yang belum terpenuhi.
  2. Seleksi produk. Tidak semua gagasan harus dikembangan menjadi produk-produk baru. Gagasan produk baru perlu memenuhi paling tidak tiga kriteria : (1) potensi dasar, (2) kelayakan finansial, (3) kesesuaian operasi. Sebelum suatu gagasan produk baru dijadikan disain pendahuluan, maka harus dianalisa atas dasar tiga kriteria tersebut.

Tujuan analisa seleksi produk adalah untuk menyaring gagasan-gagasan yang jelek, karena menerima suatu gagasan jelek dan mengembangkannya menjadi suatu produk akan membuat perusahaan rugi. Setelah pengembangan awal, analisis yang lebih ekstensif dapat dilakukan melalui uji pasar buat untuk memperkenalkan produk.

Untuk membantu dalam analisis seleksi produk, beberapa metode telah dikembangkan. Pertama adalah metode daftar penilaian (Scoring) yang menyangkut penyusunan suatu daftar faktor-faktor penimbang dengan setiap faktor diberi bobot. Faktor-faktor yang dipertimbangkan antara lain, sebagai contoh, volume penjualan, pelindungan paten, persaingan, tersedianya bahan mentah, kualitas produk, risiko teknikal atau kesesuaian dengan strategi umum perusahaan. Kemudian produk dikategorikan dari “sangat baik” sangat jelek” untuk setiap faktor-faktor tersebut. Produk yang dipilih harus memenuhi standar penilaian perusahaan. Bila total skor di atas tingkat minimum tertentu, gagasan produk baru dapat dipilih untuk menentukan ranking beberapa alternatif produk. Tebel 2-1. Memberikan contoh tipe penilaian ini.

Syarat keberhasilan produk Bobot relatif (A) Penilaian (B) Nilai

(A) x (B)

Sangat baik Baik Sedang Jelek Sangat jelek
40 30 20 10 0
Volume penjualan 0,20 ü 8
Persaingan (jumlah dan tipe) 0,05 ü 2
Perlindungan patent 0,05 ü 2
Kesempatan teknikal 0,10 ü 3
Tersedianya bahan mentah 0,10 ü 3
Nilai tambahan 0,10 ü 3
Kecocokan dengan bisnis utama 0,20 ü 6
Pengaruh pada produk sekarang 0,20 ü 2
1,00 29

 

Lembar evaluasi gagasan produk

Bila produk lolos dari prosedur penyaringan, maka analisis finansial yang lebih teliti terhadap karakteristik biaya dan penghasilannya perlu dilakukan dengan perhitungan return on investment, atau sering disebut project value index. Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut :

Dengan keterangan

RI     =   return on invesment

PT     =   probabilitas keberhasilan teknikal (0 < PT < 1)

PC      =   probabilitas keberhasilan komersial dalam pasar (0 < P< 1)

AV    =   volume tahunan (penjualan produk total dalam unit)

p        =   kontribusi laba per unit produk yang dijual dalam rupiah (yaitu, harga minus biaya)

L       =   waktu kehidupan produk dalam tahun

TDC =   biaya pengembangan produk total dalam rupiah

  1. Disain produk pendahuluan. Tahap proses produk ini bersangkutan dengan pengembangan disain terbaik bagi gagasan produk.

Bila disain pendahuluan disetujui, bagian penelitian dan pengembangan produk perusahaan kemudian perlu membuat prototype-prototype untuk pengujian dan analisis selanjutnya. Dalam hal ini, perusahaan akan menghadapi “trade offs” antara biaya, kualitas dan nilai produk (lihat dibelakang).

  1. Pengujian (testing). Pengujian terhadap prototype-proyotype ditujukan pada pengujian pemasaran dan kemampuan teknikal produk. Satu cara untuk menilai potensi pemasaran adalah dengan melakukan uji pasar. Maksud uji pasar ini adalah untuk mendapatkan data kuantitatif tentang pendapat konsumen terhadap suatu produk baru.

Di samping itu, prototype juga harus diuji secara teknik untuk mengetahui kemampuan teknikal produk baru sebelum manajemen menyetujui disain produksi akhir.

  1. Disain akhir. Dalam tahap disain akhir, spesifikasi-spesifikasi produk dan komponen-komponennya dan gambar-gambar perkaitan disusun, yang memberikan basis bagi proses produksinya.

Pengembangan produk baru ini bukanlah pekerjaan yang mudah, karena adanya berbagai hambatan, antara lain :

  1. a)Kurangnya gagasan (ide) pengembangan produk baru yang baik
  2. b)Kondisi pasar yang semakin bersaing, karena banyaknya persaingan dan berbagai produk substitusi
  3. c)Batasan-batasan yang semakin bertambah dari masyarakat dan pemerintah.
  4. d)Biaya proses pengembangan produk baru yang sangat mahal; karena untuk dapat menghasilkan beberapa produk baru, perusahaan harus mengembangkan sejumlah besar gagasan produk baru. Jadi, perusahaan harus lebih menitik beratkan perhatiannya pada tahap seleksi produk awal dan analisis yang berhubungan dengan tahap ini.
  5. e)Tingginya tingkat kegagalan produk baru dalam pemasarannya, karena ternyata tidak memenuhi pengharapan konsumen atau tidak dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen
  6. f)Jangka waktu kehidupan produk baru yang pendek, karena setelah produk baru secara komersial sukses, maka dalam waktu singkat banyak perusahaan lain meniru dan membanjiri pasar dengan produk mereka.

Sumber: https://dosenpendidikan.id/