profesi ti

profesi ti

profesi ti
profesi ti

Jenis profesi ini belakangan ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Lalu, mengapa profesi ini dibutuhkan? Bukankah profesi lainnya juga mengalami hal yang sama?

Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi perkembangan profesi TI. Alsan-alasan tersebut diantaranya adalah:

  • Setiap bulan terdapat 2,7 miliar pencarian di Google.
  • Jumlah pesan tertulis yang diterima dan dikirim setiap hari melebihi jumlah total populasi bumi.
  • Terjadi 150 juta panggilan telepon setiap detik.
  • Diperkirakan lebih dari 40 exabytes (4.0 x 10^10) informasi baru yang unik, yang diproduksi dunia setiap tahunnya.

Melihat alasan di atas, tak pelak lagi Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK) menjadi salah satu profesi yang cukup diperhitungkan. TIK meningkatkan kapasitas intelektual seseorang, karena dengan bantuan TIK, kecerdasan dan kapasitas seseorang dapat ditingkatkan. Namun, seiring dengan besarnya kapasitas yang diterima oleh seseorang, turut hadir pula tanggung jawab yang besar. Terdapat empat isu utama dalam etika di era informasi ini, yaitu privacy (kerahasiaan), accuracy (ketepatan), property (kepemilikan), dan accessibility (pengaksesan).

Privacy berhubungan dengan informasi dari atau mengenai seseorang. Informasi seperti apa yang boleh dibuka kepada orang lain, dalam syarat atau kondisi apa, serta apa yang dapat disembunyikan dari orang lain adalah beberapa hal yang menjadi permasalahan dalam isu ini. Ada dua “pengganggu” privacy. Yang pertama adalah perkembangan TI yang meningkatkan komunikasi komputasi, penyimpanan, pengambilan, dan pengawasan data, serta pertumbuhan nilai informasi untuk pengambilan keputusan.

Accuracy berhubungan dengan autentifikasi, ketepatan, dan keakuratan informasi. Siapa yang bertanggung-jawab atas hal-hal tersebut, siapa yang harus menanggung bila ada kesalahan di informasi dan bagaimana kesalahan itu berakibat kepada sistem secara keseluruhan merupakan permasalahan isu ini. Informasi dapat berakibat fatal terhadap kehidupan seseorang, terlebih lagi bila informasi yang tak akurat tersebut dapat menguntungkan pihak yang memiliki kekuasaan dan otoritas.

Property berhubungan dengan kepemilikan informasi. Yang menjadi permasalahan diantaranya adalah siapa yang memilikinya, berapa harganya, bagaimana informasi itu mengalir, dan siapa yang boleh mengakses. Informasi di sini berkaitan dengan kekayaan intelektual. Sekali diproduksi secara digital, informasi menjadi mudah direproduksi dan didistribusikan, tanpa merusak produk aslinya dan tanpa mempedulikan harga produksi awalnya. Namun, terdapat beberapa kerentanan kekayaan intelektual, yaitu seseorang dapat kehilangan informasi akibat lemahnya proteksi, dan terjadinya ketergantungan terhadap informasi.

Accessibility berhubungan dengan pengaksesan informasi. Permasalahan didalamnya mencakup informasi seperti apa yang dapat diperoleh seseorang atau organisasi, dan dalam kondisi apa. Accessibility sama dengan privacy, namun diambil dari sudut pandang pengguna informasi.

Ada perilaku etis yang diharapkan dari para profesional komputer, yaitu:

  • Jujur dan adil.
  • Memegang kerahasiaan.
  • Memelihara kompetensi profesi.
  • Memahami hukum yang terkait.
  • Menghargai melindungi kerahasiaan pribadi.
  • Menghindari merugikan pihak lain.
  • Menghargai hak milik.

Lalu, bagaimana kita harus menghadapi masalah profesional yang terkait dengan etika? Sebenarnya mudah saja. Dua hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan brainstorming dan analisis. Cara penanganan lebih lanjut adalah sebagai berikut:

1.Brainstorming

  • Daftarkan risiko, isu, masalah, dan akibat yang ada
  • Daftarkan pihak-pihak yang terlibat
  • Daftarkan tindakan/perbuatan yang mungkinDaftarkan tindakan/perbuatan yang mungkin

2.Analisis

  • Identifikasi tanggung jawab dari pembuat keputusan
  • Identifikasi hak-hak dari pihak-pihak yang terlibat
  • Pertimbangkan dampak dari pilihan-pilihan tindakan terhadap pihak-pihak tersebut
  • Temukan pedoman dalam kode etik profesi anda (jika ada). Kategorikan tiap pilihan tindakan sebagai “wajib ada). Kategorikan tiap pilihan tindakan sebagai “wajib secara etis”, “dilarang secara etis”, atau “dapat diterima secara etis”
  • Pertimbangkan manfaat dari tiap pilihan tindakan, dan dan pilihlah salah satu

Baca Juga :