PPDB 2019 Berebut Daftar di Hari Pertama

PPDB 2019: Berebut Daftar di Hari Pertama

PPDB 2019 Berebut Daftar di Hari Pertama
PPDB 2019 Berebut Daftar di Hari Pertama

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sejumlah daerah menyita perhatian. Pada hari pertama pendaftaran kemarin (17/6), para orang tua siswa langsung menyerbu sekolah yang berlabel favorit. Bahkan, mereka rela antre untuk mendapatkan nomor pendaftaran lebih awal.

Di SMPN 2 Purworejo, Jawa Tengah, misalnya. Para orang tua sampai bermalam dan salat Subuh berjamaah di depan sekolah yang dikenal favorit tersebut.

Penerapan sistem zonasi tidak disia-siakan para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sana. Meskipun nilai yang dimiliki tidak terlalu tinggi. Juga, sudah ada kebijakan baru yang menanggalkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang menjadi senjata sakti untuk bisa mendapatkan sekolah terbaik. Namun, kekhawatiran tergusur oleh pendaftar lain mendorong mereka untuk antre lebih awal agar bisa memasukkan berkas pendaftaran lebih dulu.

Sehari sebelum hari pertama PPDB dibuka, sejak pukul 17.00, di sekitar SMPN

2 Purworejo sudah muncul kerumunan orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya. “Kalau saya baru ikut antre sekitar pukul 21.00,” kata Nicolaus Legowo, warga yang tinggal di belakang SMPN 2 Purworejo.

Saat sore sebenarnya Nicolaus sudah melihat adanya kerumunan orang di sekolah. Awalnya dia beranggapan bahwa mereka hendak melihat pengumuman PPDB. Ternyata mereka melakukan hal itu agar mendapat kesempatan menjadi yang paling awal.

“Yang datang sejak awal ternyata sudah berbagi tugas. Kalau sore sampai malam yang ikut antre ibu-ibu. Mulai jam 9 malam, baru bapak-bapaknya,” ungkap Legowo yang mendaftarkan anak keduanya, Samuel Bintang Anjung Nagar.

Mereka selanjutnya berinisiatif membuat nomor urut agar tertib. Nomor diberikan kepada mereka yang datang belakangan. Bahkan, ada kebijakan khusus. Bagi mereka yang meninggalkan tempat lebih dari satu jam, nomornya akan diberikan kepada yang ada di bawahnya. Dengan begitu, nomor di belakangnya bisa maju. “Saya kebetulan dapat nomor 41. Dan nomor yang ada maksimal adalah 45, sesuai persentase yang ditentukan,” tambahnya.

Lantaran tidak ingin kehilangan kesempatan, banyak orang tua yang enggan bergeser dari tempatnya. Bahkan, saat terdengar azan Subuh, mereka sepakat menggelar salat berjamaah di tempat tersebut.

Daryanto, guru SMPN 2 Purworejo, tidak menampik adanya orang tua

yang rela bermalam di sekitar sekolah. Sebenarnya, tutur dia, orang tua tidak perlu melakukan itu karena semua sudah ada kebijakannya. Lagi pula, diterapkan sistem online. Mereka yang berada di zona 1 dan memiliki nilai tinggi juga punya peluang yang besar untuk diterima.

“Tampaknya ada orang tua yang anak-anaknya bernilai tinggi tetap ikut antre. Padahal, tanpa masuk ke zona utama pun bisa diterima selama mereka berada di zona 1 (SMPN 2 Purworejo, Kaligesing, dan Banyuurip, Red),” imbuh Daryanto.

Di SMPN 2 Jepara, ratusan pendaftar memadati sekolah sejak pagi. Tak hanya di lantai 2 yang menjadi lokasi pendaftaran, antrean juga mengular sampai memenuhi anak tangga. Rata-rata pendaftar datang dengan didampingi orang tua.

Salah satu orang tua pendaftar bernama Azizah mengaku datang ke sekolah

tersebut sekitar pukul 06.00. Tujuannya ialah bisa menuntaskan pendaftaran lebih awal. Namun, saat dia tiba di sekolah itu, sudah banyak pendaftar yang datang. “Pukul 06.00 itu sudah banyak yang datang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Meski rumahnya terbilang tak jauh dari sekolah dan mendaftar pada kuota zonasi, Azizah tetap ingin terdaftar lebih awal. “Supaya bisa lega dan tinggal menunggu pengumuman nanti,” tuturnya.

Ashadi, orang tua pendaftar lainnya, mengaku datang sekitar pukul 08.00. Saat itu kondisinya sudah sangat penuh. “Antrean sudah panjang. Bahkan di tangga sudah penuh,” jelasnya.

Ashadi tinggal dengan jarak sekitar 2.200 meter dari SMPN 2 Jepara. Pada pendaftaran hari pertama kemarin, anaknya berada di urutan ke-115. “Tahun ini nilai tidak jadi pertimbangan. Nilai bagus terabaikan gara-gara jarak rasanya tidak adil,” gerutunya.

 

Sumber :

https://www.codecademy.com/marlindaSoamena