Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini – Menumbuh kembangkan nilai-nilai universal dan mengembangkan karakter bangsa usahakan dibuka sejak umur dini. Berdasarkan keterangan dari Suryono (2012) anak umur dini dalam pertumbuhan yang sangat cepat dalam sekian banyak aspek tergolong aspek agama, moral, sosial, intelektual, dan emosi.

Perlakuan edukasi yang diserahkan pada umur dini dipercayai akan terpateri powerful di dalam hati dan benak anak yang jernih.

Jika anak didik dengan baik, diberi misal yang baik, dan dilazimi hidup dengan nilai dan karakter yang baik, maka mereka ingin menjadi orang yang baik yang berhati emas, berpikiran positif, dan berbudi mulia.

Untuk mewujudkan urusan itu lingkungan lokasi tinggal dan sekolah berperan aktif dalam memberi stimulus untuk pekembangan sosial emosional anak umur dini. Jika ketika ini anak terbiasa menyaksikan hal-hal buruk laksana bertengkar, berbohong, dll.

Kemudian hal-hal itu terus diulang-ulang lama kelamaan bakal terpatri dalam benak anak, karna pada ketika usia 3-6 tahun pola beranggapan anak masih kongkrit, mereka bakal merekam seluruh kejadian yang mereka lihat dan dengarkan mereka pun belum dapat membedakan antara yang baik dan buruk.

Oleh karna tersebut sebagai orang tua dan guru anda harus membuat linkungan yang baik guna tumbuh kembang anak.

Berdasarkan keterangan dari Suryono (2012) akhir-akhir ini tidak sedikit siswa yang minder atau tidak percaya diri datang ke sekolah sebab hal-hal yang tidak begitu penting, seperti dicibir teman, tidak dapat membayar SPP, atau tidak mendapat nilai yang baik. Siswa pun kurang termotivasi guna belajar dengan giat, tidak cukup tekun dan gampang menyerah.

Berdasarkan keterangan dari saya ketika ini tidak sedikit sekolah yang menuntut semua peserta didik untuk mendapat nilai yang bagus, mereka tidak cukup memperhatikan bagaimana proses semua peserta didik itu dalam mendapat nilai tersebut.

Di ketika sekolah menuntut demikian, semua peserta didik sudah merasakan masalah saat di rumah contohnya anak kembali dengan membawa nilai yang jelek ke rumah tentu mereka bakal mendapat omelan dari orang tua mereka.

Untuk itu, dibutuhkan pendidikan yang tidak melulu mengembangkan pengetahuan, tetapi pun pikiran yang tajam dan jernih, perilaku, tutur kata dan sikap yang elegan dan etis, serta mempunyai mental baja untuk sukses dan berprestasi yang seluruh tersebut terangkum di dalam edukasi karakter.

Thomas Lickona (2005), yang mengaku bahwa karakter yang baik mencakup memahami, peduli, dan berperilaku menurut nilai-nilai etika dasar. Pendidikan karakter mempunyai peran menolong siswa dan komunitas sekolah untuk mengetahui nilai-nilai yang baik dan berperilaku menurut nilai-nilai tersebut.

Pendidikan karakter bukan sekedar membudayakan anak berperilaku baik, lebih dari itu, yaitu menyusun pikiran, watak, dan perilaku yang baik yang dengan tersebut anak berhasil.

Oleh karna tersebut sebagai orang tua dan guru kita tidak boleh terlalu menuntut dan mengurangi anak, tetapi kita mesti membudayakan hal-hal yang baik pada anak dan mengapresiasi hal-hal kecil yang sudah dilaksanakan anak.

Sumber: PELAJARAN.ID