Pengusaha Batik Tasikmalaya Alami Kesulitan Tenaga Kerja

Pengusaha Batik Tasikmalaya Alami Kesulitan Tenaga Kerja

Pengusaha Batik Tasikmalaya Alami Kesulitan Tenaga Kerja
Pengusaha Batik Tasikmalaya Alami Kesulitan Tenaga Kerja

KOTA TASIKMALAYA-Usaha membatik di Tasikmalaya

hingga saat ini terus berkembang.

Usaha membatik hingga saat ini dikelola oleh home industri. Dalam trend perkembangannya, pembuatan batik Tasikmalaya dengan nama Batik Sukapura mengalami penurunan produksi.

Penurunan produksi disebabkan berkurangnya tenaga kerja

untuk membatik. Hal demikian, diungkapkan pengusaha Batik Tasikmalaya, Enung dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id, di sela-sela kegiatan yang dilaksanakan Disperindag Jabar, Kamis (5/10).

Enung, lebih lanjut memaparkan berkurangnya pebatik

dikarenakan mereka berpindah pekerjaan. Banyak pembatik di Tasikmalaya kini mengalihkan pekerjaan menjadi pembuat bordir.

Peralihan pekerjaan tersebut disebabkan membuat bordir lebih mudah daripada membatik. Dengan kondisi ini, saat ini jumlah pembatik per home industri rata-rata 10 orang.

Kendati pembatik terus berkurang, kualitas batik tetap dijaga sehingga pembelian batik masih berjalan.

Batik khas Tasikmalaya, hingga saat ini masih banyak diminati dan dibeli oleh Wisatawan yang datang ke Tasikmalaya. Wisatawan yang saat ini banyak membeli batik khas Tasikmalaya diantaranya Amerika Serikat. (NR)

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148435463/klasifikasi-kingdom-animalia/