Pengertian Saham dan Obligasi Menurut Para Ahli

Pengertian Saham dan Obligasi Menurut Para Ahli – Saham adalah surat miliki nilai yang menyatakan kepemilikan perusahaan agar pemegang saham punyai hak klaim atas dividen atau distribusi lain yang dilakukan perusahaan kepada pemegang sahamnya, juga hak klaim atas aset perusahaan, bersama prioritas setelah hak klaim pemegang surat miliki nilai lain dipenuhi terkecuali berjalan likuiditas.

Saham (sekuritas) merupakan secarik kertas yang menyatakan hak pemodal (pihak yang punyai kertas tersebut) untuk beroleh anggota dari prospek atau kekayaan organisasi yang menerbitkan sekuritas berikut dan beraneka suasana yang sangat mungkin pemodal berikut menjalankan haknya (Husnan, 2002).

Saham dapat pula didefinisikan sebagai surat bukti bahwa kepemilikan atas aset-aset perusahaan yang menerbitkan saham (Tandelilin, 2001).

Dapat disimpulkan pengertian saham adalah surat miliki nilai yang diperdagangkan di pasar modal yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berwujud Perseroan Terbatas (PT), di mana saham berikut menyatakan bahwa pemilik saham berikut adalah juga pemilik beberapa dari perusahaan tersebut.

Jenis- jenis Saham

Berdasarkan cara pengalihannya, saham pada dasarnya dapat dibedakan jadi dua jenis, yaitu:

1. Saham atas unjuk (bearer stock)

Di atas sertifikat saham ini tidak dituliskan nama pemiliknya. Dengan pemilikan atas saham atas unjuk, seorang pemilik sangat ringan untuk mengalihkan atau memindahkannya kepada orang lain dikarenakan sifatnya serupa bersama uang. Pemilik saham atas unjuk ini wajib berhati-hati mempunyai dan menyimpannya, dikarenakan terkecuali saham berikut hilang, maka pemilik tidak dapat meminta gantinya.

2. Saham atas nama (registered stock)

Di atas sertifikat saham dituliskan nama pemiliknya. Cara peralihan bersama dokumen peralihan dan sesudah itu nama pemiliknya dicatat bersama buku perusahaan yang khusus memuat daftar nama pemegang saham. Jika saham berikut hilang, pemilik dapat meminta gantinya.

Saham berdasarkan faedah yang diperoleh oleh pemilik, dibedakan jadi dua jenis, yaitu:

1. Saham biasa

Saham biasa merupakan sumber keuangan utama yang wajib tersedia pada suatu perusahaan publik dan merupakan surat miliki nilai yang paling umum dan dominan diperdagangkan di Bursa Efek. Bodie et al. (2002:97), menyatakan pengertian saham biasa adalah “kepemilikan atas hak sekuritas oleh pemili k modal perusahaan dapat diumumkan kepada masyarakat.” Pemilik berhak memilih apakah dapat terima dividen atau duduki posisi di didalam perusahaan.

2. Saham preferen

Saham preferen punyai hak untuk didahulukan didalam jatah laba dan sisa aset didalam li kuidasi dibandingkan bersama saham biasa. Perbedaannya bersama saham biasa adalah saham preferen yang punyai dividen yang tetap, tetapi layaknya halnya saham, saham preferen tidak punyai tanggal jatuh tempo.

Saham preferen merupakan saham yang punyai karakteristik kombinasi antara obligasi dan saham biasa, dikarenakan dapat membuahkan penghasilan selamanya (seperti bunga dan obligasi), tetapi juga dapat mendatangkan hasil yang diharapkan investor (Fakhrudin, 2001).

Keuntungan Pembelian Saham

Ekspektasi atau dorongan setiap investor adalah beroleh keuntungan dari transaksi investasi yang mereka lakukan. Bermain saham punyai potensi keuntungan didalam dua hal, yaitu jatah dividen dan kenaikan harga saham (capital gain ).

Dividen merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada seluruh pemegang saham. Biasanya dilakukan satu th. sekali. Bentuk dari dividen itu sendiri, dapat berwujud duwit tunai ataupun wujud menambahkan saham. Sedangkan capital gain , didapat berdasarkan selisih harga menjual saham deng an harga beli. Dimana keuntungan didapat andaikan harga menjual saham lebih tinggi dari harga membeli saham.

Risiko Kepemilikan Saham

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2006:13), tersedia beberapa risiko yang dihadapi pemodal bersama kepemilikan sahamnya, yaitu tidak mendapat dividen dan mengalami capital loss .

1. Tidak mendapat dividen

Perusahaan dapat membagikan dividen terkecuali operasinya membuahkan keuntungan. Oleh dikarenakan itu, perusahaan tidak dapat membagikan dividen terkecuali mengalami kerugian. Dengan demikian, potensi ditentukan oleh kinerja perusahaan tersebut.

2. Capital loss

Dalam kesibukan perdagangan saham, investor tidak selamanya beroleh capital gain atau keuntungan atas saham yang dijualnya. Ada kalanya investor wajib menjual saham bersama harga menjual lebih rendah dari harga membeli saham, terkadang untuk menghindari potensi kerugian yang jadi besar bersamaan konsisten menurunnya harga saham, maka seorang investor mau menjual sahamnya bersama harga rendah. Istilah ini dikenal bersama makna penghentian kerugian (cut loss).

Disamping risiko di atas, seorang pemegang saham juga masih dihadapkan bersama potensi risiko lainnya, yaitu:

1. Perusahaan bangkrut atau dilikuidasi

Sesuai bersama ketetapan pencatatan saham di Bursa Efek, terkecuali sebuah perusahaan bangkrut atau dilikuidasi, maka otomatis saham perusahaan berikut dapat dikeluarkan dari bursa atau di- delist.

Dalam suasana perusahaan dilikuidasi, maka pemegang saham dapat duduki posisi lebih rendah dibanding kreditor atau pemegang saham obligasi didalam pelunasan kewajiban perusahaan. Artinya, setelah seluruh aset perusahaan berikut dijual, terlebih dahulu dapat dibagikan kepada para kreditor atau pemegang obligasi, dan terkecuali masih terkandung sisa, baru dibagikan kepada para pemegang saham.

2) Saham di-delist dari bursa

Risko lain yang dihadapi oleh para pemodal adalah terkecuali saham perusahaan di – delist dari bursa biasanya adalah dikarenakan kinerja yang jelek andaikan didalam kurun saat khusus tidak dulu diperdagangkan, mengalami kerugian beberapa tahun, tidak membagikan dividen secara berturut- turut selama beberapa tahun, dan beraneka suasana lainnya sesuai bersama ketetapan pencatatan efek di bursa.

3) Saham dihentikan saat (suspensi)

Disamping dua risiko di atas, risiko lain yang juga “mengganggu” para investor untuk melaksanakan aktivitasnya adalah terkecuali suatu saham di-suspend atau dihentikan perdagangannya oleh otoritas Bursa Efek, yang menyebabkan investor tidak dapat menjual sahamnya hingga suspensi berikut dicabut. Suspensi biasanya berjalan didalam saat singkat, andaikan satu sesi perdagangan, dua sesi perdagangan, tetapi dapat pula berjalan didalam kurun saat beberapa hari perdagangan. Hal berikut dilakukan otoritas bursa terkecuali suatu saham mengalami lonjakan harga yang luar biasa, dipailitkan oleh kreditornya, atau beraneka suasana lain yang mengharuskan otoritas bursa menghentikan perdagangan saham berikut untuk saat hingga perusahaan yang berkaitan beri tambahan Info yang belum sadar berikut agar tidak jadi ajang spekulasi. Jika udah didapatkan suatu Info yang jelas, maka suspensi atas saham berikut dapat dicabut oleh bursa dan saham dapat diperdagangkan ulang layaknya semula.

Pengertian Obligasi dan Penjelasannya

Instrumen obligasi merupakan anggota dari instrumen investasi berpendapatan selamanya ( fixed income secirities). Obligasi juga didalam grup investasi berpendapatan tetap, dikarenakan jenis penghasilan keuntungan yang diberikan pada investor obligasi didasarkan pada tingkat suku bunga yang telag ditentukan pada mulanya menurut perhitungan tertentu. Tingkat penghasilan berikut dapat berwujud tingkat suku bunga selamanya (fixed rate) dan tingkat suku bunga mengambang (variabel rate)

Secara umum obligasi merupakan product pengembangan dari surat utang jangka panjang. Prinsip utama jangka panjang dapat dicerminkan dari karakteristik atau susunan yang menempel pada sebuah obligasi. Pihak penerbit obligasi pada dasarnya melaksanakan utang kepada kastemer obligasi yang diterbitkannya. Pendapatan yang didapat oleh investor obligasi berikut berwujud tingkat suku bunga atau kupon. Selain ketetapan berikut udah diatur pula perjanjian untuk melindungi kepentinganpenerbit dan kepentingan investor obligasi berikut (Rahardjo, 2003 : 8)

Fakhrudin & Hadianto (2001 :15), pengertian obligasi adalah surat miliki nilai atau sertifikat yang yang memuat kontrak antara pemberi utang (dalam perihal ini investor) bersama yangdiberi utang (issuer). Jadi surat obligasi adalah selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik kertas berikut beri tambahan utang kepada perusahaan yang menerbitkan surat obligasi.

Secara umum obligasi dapat disimpulkan sebagai surat miliki nilai yang memuat pengakuan berhutang sejumlah duwit khusus didalam jangka saat khusus dari pihak yang menerbitkan obligasi kepada pihak yang belanja obligasi. Atas hutang tersebut, penerbit obligasi dapat membayar hutang secara periodik hingga akhir era jatuh tempo obligasi. Bunga obligasi ini lebih dikenal bersama makna kupon bunga yang sifatnya selamanya dan besarnya udah ditentukan diawal.

Sumber : https://tutorialbahasainggris.co.id/

Baca Juga :