Pengertian Konsep dalam materi PPKn

Pengertian Konsep dalam materi PPKn

Konsep adalah suatu pernyataan yang masih bersifat abstrak/pemikiran untuk mengelompokkan ide-ide atau peristiwa yang masih dalam angan-angan seseorang. Meskipun masih belum diimplementasikan, suatu konsep yang bermakna positif, memiliki nilai yang juga positif. Begitu pula jika suatu konsep bermakna negatif, maka konsep tersebut juga memiliki nilai yang negatif.

Pengertian Konsep dalam materi PPKn

Menurut Bruner (1996) konsep adalah suatu kata yang bernuansa abstrak dan dapat digunakan untuk mengelompokkan ide, benda, atau peristiwa. Setiap konsep memiliki nama, ciri atau atribut dan aturan. Contoh dari pemikiran Bruner ini adalah konsep HAM, globalisasi, demokrasi dan masih banyak lagi.

2.2 Pengertian Nilai

  • Pengertian nilai (value), menurut Dictionary dalam Winataputra (1989), nilai adalah harga atau kualitas sesuatu. Artinya, sesuatu dianggap memiliki nilai apabila sesuatu tersebut secara instrinsik memang berharga.
  • Allport (Mulyana, 2004: 9) mendefinisikan nilai sebagai sebuah keyakinan yang membuat seseorang bertindak atas dasar pilihannya. Sebagai seorang ahli psikologi kepribadian, Allport menyatakan bahwa nilai terjadi pada wilayah psikologis yang disebut keyakinan.

Jadi dapat di simpulkan bahwa nilai adalah kualitas dari sesuatu atau harga diri sesuatu yang diterapkan dalam konteks pengalaman manusia.

Pendidikan nilai adalah pendidikan yang mensosialisasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai dalam diri siswa. Pendidikan kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang berfungsi sebagai pendidikan nilai karena mensosialisasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai pancasila atau budaya bangsa melalui pembelajaran yang dilakukan dalam lingkung sekolah. Nilai dapat diklasifikasikan menjadi:

  1. Nilai teoretik: nilai ini melibatkan pertimbangan logis dan rasional dalam memikirkan dan membuktikan kebenaran sesuatu. Nilai teoretik memiliki kadar benar-salah menurut pertimbangan akal.
  2. Nilai ekonomis: nilai ini terkait dengan pertimbangan nilai yang berkadar untung-rugi. Objek yang ditimbangnya adalah “harga” dari suatu barang atau jasa. Karena itu, nilai ini lebih mengutamakan kegunaan sesuatu bagi kehidupan manusia.
  3. Nilai estetik: nilai estetik menempatkan nilai tertingginya pada bentuk dan keharmonisan. nilai estetik berbeda dengan nilai teoretik. Nilai estetik lebih mengandalkan pada hasil penilaian pribadi seseorang yang bersifat subyektif, sedangkan nilai teoretik lebih melibatkan penilaian obyektif yang diambil dari kesimpulan atas sejumlah fakta kehidupan.
  4. Nilai sosial: nilai tertinggi dari nilai ini adalah kasih sayang diantara manusia. Nilai sosial ini banyak dijadikan pegangan hidup bagi orang yang senang bergaul, suka berderma dan cinta sesama manusia.
  5. Nilai politik: nilai tertinggi dalam nilai ini adalah kekuasaan. Kekuatan merupakan faktor penting yang berpengaruh pada diri seseorang. Sebaliknya,  kelemahan adalah bukti dari seseorang kurang tertarik pada nilai ini.
  6. Nilai agama: secara hakiki sebenarnya nilai ini merupakan nilai yang memiliki dasar kebenaran yang paling kuat dibandingkan dengan nilai-nilai sebelumnya. Nilai ini bersumber dari kebenaran tertinggi yang datangnya dari Tuhan.

sumber :

https://multiply.co.id/pemanasan-global/