II.1 Pengertian Istigfar

Istigfar (bahasa Arab: الإستغفار ) bermakna memohon ampunan dari Allah Swt. Istigfar bukan mengucapkan dan mengulang-ulang kalimat(اَل‍ْلهُمَّ اغفِرلِي); “Ya Allah ampunilah aku”, tetapi ruh Istigfar adalah keadaan kembali pada Tuhan Yang Maha Benar, penyesalan dan kesiapan menutupi/mengganti (kekurangan) masa lalu. Memohon ampunan tidak dikhususkan kepada sebagian manusia, tetapi para Nabi Sa pun memohon ampunan kepada Allah. Bahkan Nabi Saw diperintahkan memohon ampunan untuk dirinya dan orang-orang mukmin, dan beliau sebagai wasilah (perantara) dan penyafaat mesti berbuat sesuatu supaya Allah mencurahkan rahmat-Nya atas mereka.

Konsep “memohon ampunan” sering digunakan dalam al-Quran dalam beragam bentuk dan redaksi. Istigfar tidak kenal masa dan tempat khusus, dan lebih sering dibarengi pengabulan dari sisi Allah. Namun demikian, al-Quran dan hadis-hadis menyebutkan waktu, tempat dan keadaan-keadaan tertentu yang dapat mendukung diterimanya Istigfar.

II.2 Manfaat Istigfar

            Di zaman yang serba tidak menentu ini ada baiknya kita menjadikan Istighfar sebagai salah satu amalan kita, untuk lebih membuat kita semangat melakukannya berikut disampaikan beberapa manfaat  dari ber Istighfar antara lain :

  1. Menggembirakan Allah
    Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).
  2. Dicintai Allah
    Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).
  3. Dosa-dosanya diampuni
    Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).” (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).
  1. Selamat dari api neraka
    Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya
  1. Mendapat balasan surga
    “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).
  2. Mengecewakan syetan
    Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mer4eka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).
  3. Meredam azab

 

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/