Pelantikan PMII Kota Bandung Diisi Bedah Buku Menjadi Islam Menjadi Indonesia

Pelantikan PMII Kota Bandung Diisi Bedah Buku “Menjadi Islam Menjadi Indonesia”

Pelantikan PMII Kota Bandung Diisi Bedah Buku Menjadi Islam Menjadi Indonesia
Pelantikan PMII Kota Bandung Diisi Bedah Buku Menjadi Islam Menjadi Indonesia

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Cabang Kota Bandung untuk masa jabatan 2018-2019 resmi dilantik. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kantor PC NU Kota Bandung, Jalan Sancang, Minggu (8/6). Ketua Cabang PMII Kota Bandung, Irma Zahrotunnisa menuturkan bahwa momentum pelantikan ini merupakan momentum yang sangat saklar. Ia pun berharap, para pengurus yang telah dilantik ini berkomitmen terhadap organisasi dalam memperjuangkan kaum mustadh’afin.

“Sebagai pengurus cabang sebenarnya kami sudah lama

merumuskan pelantikan ini. Dan kami berharap semua pengurus yang dilantik ini bisa mengabdikan diri dan tetap memegang komitmen, baik secara ucapan mapun tindakan,” ucapnya melalui pesan singkat yang diterima RMOLJabar, Selasa, (10/7/18). Kegiatan pelantikan tersebut diisi dengan kegiatan bedah buku karya penulis M. Zidni Nafi’ dengan judul “Menjadi Islam Menjadi Indonesia”. Penulis, Muhammad Zidni Nafi’ mengungkapkan, kehidupan beragama di Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat. Buku tersebut, seolah menggambarkan realitas yang terjadi akhir-akhir ini.

“Lewat buku ini saya ingin menjaga keharmonisan kaum beragama di Indonesia

, yakni tidak ada agama yang bertentangan dengan falsafah bangsa Indonesia yakni, pancasila,” ujar Zidni saat dihubungi RMOLJabar, Selasa, (10/7/18). Zidni juga mengatakan, buku ini dibuat sebagai upaya menjawab semua kegelisahan masyarakat terkait kondisi kebangsaan di tanah air. Dimana kata dia, Islam kerap dibenturkan dengan negara. “Ini bagian dari kegelisahan saya sebagai mahasiswa dan santri bahwa fenomena sekarang dimana Indonesia dan Islam ingin dibenturkan, dimana Pancasila juga dibenturkan dengan syariat, serta ulama bertentangan dengan pemerintah. Maka ini menjawab bahwa Islam dan Indonesia ini satu kesatuan yang romantis, sehingga ini menjadi instrumen dalam membawa masyarakat beragama dan ber-Indonesia,” kata Zidni yang juga kader PMII. Zidni menuturkan, islam di Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri, dan hal tersebut merupakan hasil pemikiran para ulama terdahulu. “Untuk menjadi Islam tidak harus menjadi Arab, tetapi kita menjadi orang Indonesia. Makanya buku ini berupaya menghindari pemisahan bahwa Indonesia ini memiliki karakteristik khusus dan budaya khusus yang merupakan ijtihad dari para ulama dulu,” tuturnya kepada RMOLJabar. Selanjutnya menanggapi buku tersebut, Ketua DPD KNPI Kota Bandung, Hendra Guntara atau biasa disapa Hegun berharap, para pemuda Kota Bandung bisa terus berkarya, khususnya dalam dunia tulisan. Munculnya buku ini menjadi contoh tersendiri bagi generasi muda. “Kami sangat mendukung para generasi muda, khususnya pemuda Kota Bandung agar terus menyumbangkan ide, gagasan, dan kreatifasnya untuk terus membangun bangsa ini menjadi bangsa yang memiliki karakter,” pungkas Hegun yang merupakan satu diantara kader PMII Kota Bandung, saat dihubungi RMOLJabar.   Baca Juga :