Motivator Ini Terapkan Cara Beda dalam Pengembangan Kepribadian

Motivator Ini Terapkan Cara Beda dalam Pengembangan Kepribadian

Motivator Ini Terapkan Cara Beda dalam Pengembangan Kepribadian
Motivator Ini Terapkan Cara Beda dalam Pengembangan Kepribadian

Tak semua orang bisa terus berpikir positif dalam hal pengembangan mental

dan kepribadian. Ada kalanya hidup seseorang mengalami pasang surut. Di saat sedang terpuruk itulah, seseorang biasanya sulit merasa berdamai dengan dirinya.

Makanya Onggy Hianata seorang Inspirator dan Motivator, mulai mengabdikan dirinya di bidang pendidikan mental, karakter, mindset, leadership dan spiritual. Hal itu dimulai dengan melahirkan Edunet Global tahun 2003 dengan training andalannya Value Your Life, A Life Changing Bootcamp. Dalam karya itu Onggy membangun Gerakan Perubahan Hidup dan menginspirasi masyarakat agar mampu membangun kehidupan, sampai bisa ‘Terbang Menembus Langit’ kehidupan.

Program itu dikemas dengan Bootcamp selama 3 hari untuk satu angkatan. Di samping itu, Onggy juga mendirikan komunitas Freedom Faithnet Global (FFG) tahun 2003. Komunitas ini berporos di Indonesia dan saat ini sudah beranggotakan lebih dari 70 negara di 5 benua. Komunitas yang menitikberatkan pendidikan mental dan gerakan sosial ini juga telah memecahkan 5 rekor dunia (Guinness World Record).

“Sesungguhnya ke depan saya ingin menjadikan kondisi Indonesia lebih baik,

demikian juga keadaan dunia menjadi lebih damai melalui perubahan kepribadian dan mental seseorang,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/4).

Menurutnya, pada dasarnya setiap orang menginginkan hidupnya berada dalam kondisi yang damai, baik berdamai dengan diri, keluarga, dan juga lingkungan sekitar. Tak ada lagi konflik antarkelompok.

“Saya terpanggil melakukan hal ini, karena melihat setiap hari baik di Indonesia dan juga dunia, banyak yang tidak sesuai seperti seharusnya,” ujar Onggy.

Karena itu programnya mengajak mereka yang berasal dari berbagai latar belakang suku

, bangsa, agama, tingkat pendidikan, dan tingkat ekonomi yang berbeda satu dengan yang lain. Melalui kegiatan Bootcamp, satu angkatan diikuti oleh 300 sampai 500 orang.

“Saya ingin mengajak masyarakat mengubah “mindset” atau pola pikir kita, sehingga ada perubahan dari sebelum mengikuti bootcamp dengan sesudah mereka mengikuti pelatihan. Selama mengikuti bootcamp, semua masalah yang memberatkan dalam hidup akan dibuang dalam kotak sampah (trash bin), dengan harapan tidak akan muncul lagi di kemudian hari,” jelasnya.

Dia mengajak sesulit apapun keadaan kita, jangan sampai mengeluh. Karena bagaimanapun mengeluh tidak akan menyelesaikan persoalan yang dihadapi. “Justru tanpa mengeluh, energi akan tersalur untuk berpikir keluar dari kesulitan yang dihadapi,” tandasnya.

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/kata-ulang/