Meniru Kesabaran Bunga Sepatu

Meniru Kesabaran Bunga Sepatu

Meniru Kesabaran Bunga Sepatu
Meniru Kesabaran Bunga Sepatu

Pada suatu masa, di sebuah desa, seorang ibu sedang menunggu kedatangannya puterinya yang bekerja. Ibu itu adalah seorang wanita yang telah kehilangan suaminya sakit bertahun-tahun yang lalu. Pendapatan keluarga hanya didapat dari anak perempuannya yang bekerja di kota dan pulang setiap akhir pekan. Sekalipun puterinya bekerja, kehidupan ekonomi mereka tak kunjung membaik.

Saat malam akan menjelang, puterinya tiba di rumah dengan wajah yang sangat lelah dan tampak gusar. Melihat wajah yang tidak biasa itu, sang ibu menanyakan kepada puterinya.

“Anakku, ada apa? Mengapa wajahmu tampak sedih dan gusar?” tanya si ibu.

Anak perempuan itu menghela napas panjang lalu mengatakan, “Ibu, aku lelah sekali. Aku tidak habis pikir mengapa hidupku sangat malang. Aku selalu bekerja keras, selalu menunjukkan apa yang aku bisa, aku bahkan selalu mengorbankan banyak hal untuk pekerjaanku. Tetapi tidak ada yang memuji pekerjaanku, mereka bahkan sering mengejek dan mengatakan aku tidak akan bisa mencapai hasil terbaik dalam pekerjaanku,” dua tetes air mata mengalir di pipi anak perempuan itu.

Sang ibu mengusap rambut anak perempuannya dengan sayang. “Anakku, jangan pernah mengharap orang lain untuk selalu memuji apa yang sedang engkau kerjakan,”

“Maksud ibu?” tanya sang anak tak mengerti.

“Coba kau lihat bunga sepatu yang tumbuh di halaman belakang rumah kita. Dulu, saat kau masih kecil, tidak ada yang menanam pohon bunga sepatu di sana, dia tiba-tiba tumbuh dan semua orang membiarkannya tumbuh tanpa memberi pupuk atau menyiram.” ujar si ibu.

Anak perempuannya hanya mendengarkan.

“Tidak ada yang peduli pada bunga sepatu itu, hingga pada masa dia berbunga, semua orang akan mengagumi betapa indah kelopak-kelopaknya. Bahkan tidak sedikit yang berebut untuk memetiknya,” lanjut si ibu sambil tersenyum. “Anakku, orang lain mungkin tidak peduli dengan apa yang kamu kerjakan sekarang, tetapi jangan menyerah dan selalu berikan yang terbaik, seperti yang dilakukan bunga sepatu. Dia selalu bersabar dan memberikan yang terbaik sekalipun orang-orang tidak peduli padanya.”

Anak perempuan itu langsung memeluk ibunya sambil menangis karena telah merasa keliru dan menyesal telah menangisi kesabaran dan kerja keras yang sudah dia lakukan. “Aku berjanji akan memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Kerabat Imelda, sekalipun banyak hal yang menjadi penghalang dalam pencapaian usaha kita, kita tidak boleh menyerah begitu saja. Selalu berikan yang terbaik, maka suatu saat, akan banyak orang yang melihat betapa indah hasil kerja keras kita, seperti kelopak bunga sepatu yang cantik. Kelopak yang mekar sekalipun tidak ada yang peduli dengannya.

Baca Juga :