Memperkirakan kehilangan darah

Sangat sulit untuk memperkirakan kehilangan darah secara tepat karena darah seringkali bercampur dengan cairan ketuban atau urin dan mungkin terserap di handuk,kain atau sarung. Tidak mungkin menilai kehilangan darah secara akurat dengan menghitung sarung karena ukuran sarung bermacam-macam dan mungkin diganti jika terkena sedikit darah atau pada saat benar-benar basah oleh darah. Meletakkan wadah atau pispot di bawah bokong ibu untuk mengumpulkaan darah bukanlah cara yang efektif untuk mengukur kehilangan darah dan bukan merupakan cerminan asuhan sayang ibu; berbaring di atas wadah atau pispot sangat tidak nyaman dan menyulitkan ibu untuk memegang dan menyusui bayinya.

Satu cara untuk menilai kehilangan darah adalah dengan cara melihat darah tersebut dan memperkirakan berapa banyak botol berukuran 500 ml yang bisa dipenuhi arah tersebut. Jika darah bisa mengisi dua botol, ibu telah kehilangan satu liter darah. Jika darah bisa mengisi setengah botol, ibu kehilangan 250 ml darah. Memperkirakan kehilangan darah hanyalah salah satu cara untuk menilai kondisi ibu.

Memeriksa perineum untuk perdarahan aktif

Evaluasi laserasi dan perdarahan aktif pada perineum dan vagina. Nilai perluasan laserasi perineum. Laserasi diklasifikasikan berdasarkan luasnya robekan.

  1. Derajat satu
  • mukosa vagina
  • fourchette posterior
  • kulit perineum

Penjahitan tidak diperlukan jika tidak ada perdarahan dan jika luka teraposisi secara ilmiah.

  1. derajat dua
  • mukosa vagina
  • fourchette posterior
  • kulit perineum
  • otot perineum

jahit dengan menggunakan tekhnik-tekhnik tertentu

  1. derajat tiga
  • mukosa vagina
  • fourchette posterior
  • kulit perineum
  • otot perineum
  • otot spingter ani eksternal

segera lakukan rujukan

  1. derajat empat
  • mukosa vagina
  • fourchette posterior
  • kulit perineum
  • otot perineum
  • otot sfingter ani eksternal
  • dinding rectum anterior

segera lakukan rujukan

  1. Pemantauan Keadaan Umum

Selama dua jam pertama pasca persalinan :

  1. Pantau tekanan darah,nadi,tinggi fundus,kandung kemih dan perdarahan yang terjadi setiap 15 menit dalam satu jam pertama dan setiap 30 menit dalam satu jam kedua kala empat. Jika ada temuan yang tidak normal, lakukan observasi dan penilaian lebih sering.
  2. Pemijatan uterus untuk memastikan uterus menjadi keras setiap 15 menit dalam satu jam pertama dan setia 30 menit dalam jam kedua kala empat. Jika ada penemuan yang abnormal, tingkatkan frekuensi observasi dan penilaian

c   antau temperature tubuh ibu satu kali setiap jam selama dua jam pertama pasca persalinan. Jika temperature meningkat pantau lebih sering

d   Nilai perdarahan. Periksa perineum an vagina setiap 15 menit dalam satu jam pertama dan setiap 30 menit dalam jam kedua pada kala empat

  1. Ajarkan ibu dan keluarganya untuk mengetahui menilai tonus dan perdarahan uterus,juga untuk mengetahui melakukan pemijatan (rangsangan taktil) jika uterus menjadi lembek
  2. Minta anggota keluarga untuk memeluk bayi. Bersihkan dan Bantu ibu untuk mengenakan baju atau sarung yang bersih dan kering,atur posisi ibu agar nyaman. Jaga agar kepala dan tubuh bayi terselimuti dengan baik,berikan bayi kepada ibu dan anjurkan untuk dipeluk dan diberi ASI

Sumber: https://officialjimbreuer.com/