Mahulette Moratorium UN Tidak Berpengaruh Bagi Sekolah

Mahulette : Moratorium UN Tidak Berpengaruh Bagi Sekolah

Mahulette Moratorium UN Tidak Berpengaruh Bagi Sekolah
Mahulette Moratorium UN Tidak Berpengaruh Bagi Sekolah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI berencana untuk melakukan moratorium Ujian Nasional (UN) tahun 2017 dan itu tidak berpengaruh bagi sekolah teristimewa SMP Negeri 6 Ambon, karena pihak sekolah tetap mengacu pada standar pendidikan nasional serta standar nilai yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat (Pempus).

Masing-masing sekolah sudah mempersiakan sistem dan mekanismenya untuk pelaksanaan Ujian Nasional atau Ujian Sekolah, sehingga ujian dapat terlaksana dengan baik minimal memdekati standar yang telah ditentukkan oleh Pempus.

Jika UN tidak berlaku maka sekolah mempunyai tanggung jawab sangat besar dimana

masalah yang paling mendasar adalah, bagaimana guru dapat menyususn soal yang berstandar dan bermutu sesuai standar dari pusat,”kata Kepala SMP Negeri 6 Ambon Drs. Jan Mahulette, M.MPd diruang kerjanya, Selasa (29/11/2016).

Menurut Mahulette, MKKS SMP Kota Ambon dalam menghadapai UN selalu bekerja sama dengan para narasumber dari Kemendikbud yang telah berpengalaman dalam penyusunan soal UN yang baik, sehingga bagi guru yang sudah mengikuti bedah SKL selama empat tahun berturut-turut mampu menyusun soal yang betul-betul standar sesuai dengan keinginan Pempus.

Ujian Nasional merupakan bahan pemetaan mutu pendidikan di Indonesia, sehingga 30 persen sekolah di Indonesia sudah baik namun ada 70 persen sekolah yang belum baik yang tersebar di daerah-daerah termasuk Maluku.

“SMPN 6 dan seluruh SMP di Kota Ambon dapat berkreasi untuk menyusun soal sendiri sesuai standar nasional, karena mereka sudah empat tahun berturut-turut mengikuti Pelatihan Bedah SKL.

Artinya, SKL dan Indikator sudah ditentukkan oleh Pusat tergantung guru

dapat membacanya dan mampu menyusun soal sesuai standar SKL dan Indikator yang ada, sehingga tanpa UN pun, pelaksanaan Ujian Sekolah tetap berstandar nasional karena soal-soalnya memenuhi unsur SKL dan Indikator dari Pemerintah Pusat.

Terhadap SMP diluar Kota Ambon Mahulette menyarankan, agar gurunya banyak belajar, berusaha keras, bekerja keras, sehingga dapat menjawab keinginan Pempus untuk moratorium Ujian Nasional namun soal-soal yang disusun dapat memenuhi standar SKL dan Indikator nasional.

Ditambahkan, SMPN 6 Ambon memiliki tiga ruang laboratorium komputer

dengan 110 unit komputer, sehingga sekolah ini sudah siap untuk melaksanakan Ujian Nasional/Sekolah Berbasis Komputer, dengan soal yang disusun sendiri namun berstandar nasional karena ada tim yang bertugas untuk mengedit soal tersebut.

Harapannya, dalam rangka moratorium UN maka Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota harus membangun sinergitas kerja yang maksimal, dengan lembaga-lembaga pendidikan di daerah agar dapat melaksanakan satu sistem penyusunan soal dan pelaksanaan Ujian Sekolah yang berstandar atau mendekati standar nasional.

Selain itu sekolah harus pro aktif dan berkomitmen untuk membangun sistem yang baik, serta melakukan pekerjaan semaksimal mungkin dalam mendidik siswa agar dapat menghasilkan nilai Ujian yang bersandar atau mendekati standar yang diinginkan oleh Pempus.(TM02)

 

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/sejarah-wayang-kulit/