Lewat Hastag Twitter #Banjir Sekarang Warga Jakarta Sudah Bisa Memantau Banjir

Lewat Hastag Twitter #Banjir Sekarang Warga Jakarta Sudah Bisa Memantau Banjir

 

 Lewat Hastag Twitter #Banjir Sekarang Warga Jakarta Sudah Bisa Memantau Banjir
Lewat Hastag Twitter #Banjir Sekarang Warga Jakarta Sudah Bisa Memantau Banjir

Haloo warga negara Indonesia yang Baik, gini lho beroo Ibukota Jakartakan mempunyai masalah dengan banjir

yang tak kunjung berhenti-berhenti nih sampai saat ini, nah guna mewujudkan Jakarta sebagai Smart City, Orang nomer satu Jakarta Pakdhe Ahok telah resmi meluncurkan PetaJakarta.org yang mana akan berfungsi untuk menyebarkan info lokasi mana saja yang terkena banjir di Jakarta melalui Twitter.

Kalau Sohib NGONOO berada di wilayah jakarta, kamu cukup menghidupkan layanan lokasi Smartphone dan ngetweet ke akun @petajkt dengan disertai hastag #banjir. sangat simple bukan? Hanya dengan melakukan itu, kamu sudah melakukan tugas sebagai warga negara yang baik, dan membantu banyak warga ibukota jakarta untuk terbebas dari lokasi yang tergenang air.
Ilustrasi Orang NGetweet Banjir Jakarta

Ilustrasi Orang ngeTweet Banjir Jakarta

Kalau semua tweetan kamu tadi dengan format yang benar, maka data kamu tadi akan ditampilkan langsung pada

peta Website petajakarta.org, Sebagai contoh, Pakdhe ahok sudah melakukan tweetnya, dan itu merupakan tweet pertama kali yang menandakan bahwa layanan itu sudah bisa digunakan.

Pak @jokowi_do2, kena banjir Jakarta? Bantu tweet ke @petajkt #banjir cek http://t.co/M6RltBYkDL & follow @BPBDJakarta utk info lebih lanjut

— Ahok Basuki TPurnama (@basuki_btp) December 2, 2014

Bahkan demi mengefektifkan pemantauan banjir, Pakdhe Ahok ini akan menyuruh dan membayar setiap kepala RT

dan RW untuk memberikan laporan kondisi diwilayahnya menggunakan Smartphone. Untuk setiap tweetan pak RT dan Pak RW akan di bayar Rp 10.000/tweetan.

PetaJakarta.org sendiri berdiri berkat kerjasama antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama Universitas Wollongong asal Australia dan Twitter.

Sumber:

https://www.jawarafile.com/