Jenis Paragraf Berdasarkan Sifat Isinya

Jenis Paragraf Berdasarkan Sifat Isinya

Jenis Paragraf Berdasarkan Sifat Isinya

Isi sebuah paragraf dapat bermacam-macam bergantung pada maksud penulisannya dan tuntutan korteks serta sifat informasi yang akan disampaikan.Penyelarasan sifat isi paragraf dengan isi karangan sebenarnya cukup beralasan karena pekerjaan menyusun paragraf adalah pekerjaan mengarang juga.


Berdasarkan sifat isinya, alinea dapat digolongkan atas lima macam, yaitu:


  1. Paragraf Persuasif

Adalah isi paragraf mempromosikan sesuatu dengan cara mempengaruhi atau mengajak pembaca. Paragraf persuasif banyak dipakai dalam penulisan iklan, terutama majalah dan Koran. Sedangkan paragraf argumentasi, deskripsi, dan eksposisi umumnya dipakai dalam karangan ilmiah seperti buku, skripsi makalah dan laporan. Paragraf naratif sering dipakai untuk karangan fiksi seperti cerpen dan novel.


Contoh : “Marilah kita membuang sampah pada tempatnya, agar lingkungan kita bebas dari banjir dan bebas dari penyakit yang disebabkan oleh sampah-sampah yang di buang tidak pada tempatnya. Oleh karena itu, perlu kesadaran pada diri kita masing-masing untuk membuang sampah pada tempatnya.


  1. Paragraf Argumentasi

Adalah isi paragraf membahas satu masalah dengan bukti-bukti alasan yang mendukung.


Contoh : “Menurut Ketua panitia, Derrys Saputra, mujur merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh HMTK untuk memilih ketua dan wakil HMTK yang baru. Bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan kepengurusan MHTK periode 2008-009, maka sebagai penggantinya dilakukan mujur untuk memilih ketua dan wakil HMTK yang baru untuk masa kepengurusan 2009-2010.”


  1. Paragraf Naratif

Adalah isi paragraf menuturkan peristiwa atau keadaan dalam bentuk data atau cerita.


Contoh : “ Pada game pertama, Kido yang bermain dengan lutut kiri dibebat mendapat perlawanan ketat Chai/Liu hingga skor imbang 16 – 16. pada posisi ini, Kido/Hendra yang lebih berpengalaman dalam berbagai kejuaraan memperlihatkan keunggulan mereka.”


Contoh : pergilah aril kepasar menggunakan sepeda buntutnya sesampai dipasar dia membeli kebutuhan sehari-hari bersama ayahnya yang sakit-sakitan setelah barang itu dibeli dia menuju rumahnya yang berupa gubuk di pinggir jalan.


Contoh : suatu pagi elsa mencari kayu bakar di hutan ia tidak sendirian ia ditemani ibunya.


  1. Paragraf Deskritif

Adalah paragraf yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan bahasa.


Contoh : “Kini hadir mesin cuci dengan desain bunga chrysant yang terdiri dari beberapa pilihan warna, yaitu pink elegan dan dark red untuk ukuran tabung 15 kg. Disamping itu, mesin cuci dengan bukaan atas ini juga sudah dilengkapi dengan LED display dan tombol-tombol yang dapat memudahkan penggunaan. Adanya fitur I-sensor juga akan memudahkan proses mencuci”.


Contoh : aku tidak lagi berada dikamarku tetapi disuatu ruangan bersama-sama sekelompok orang yang sama sekali belum pernah kulihat sebelumnya, bau asap tembakau memnuhi ruangan itu tetapi tak seorangpun keliihatan peduli dan semua tampak duduk tenang.


Contoh : siang itu aku duduk santai disofa empuk didalam apotik milikku yang baru saja dibuka apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di farmasi dulu aku bias mendirikan apotik dikota kelahiranku.


  1. Paragraf Eksposisi

Adalah paragraf yang memaparkan sesuatu fakta atau kenyataan kejadian tertentu.


Contoh :“Rachmat Djoko Pradopo lahir 3 November 1939 di Klaten, Jawa Tengah. Tamat SD dan SMP (1955) di Klaten, SMA II (1958) di Yogyakarta. Masuk Jurusan Sastra Indonesia Universitas Gadkah Mada, tamat Sarjana Sastra tahun 1965. pada tahun 1978 Rachmat mengikuti penataran sastra yang diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Jakarta bersama ILDEP dan terpilih untuk melanjutkan studi di Pascasarjana Rijkuniversiteit Leiden, Nederland, tahun 1980 – 1981, di bawah bimbingan Prof. Dr. A. Teeuw”.


Contoh : kebijakan fiscal yaitu kebijakan pemerintahan dalam bidang pengeluaran dan pendapatannya dengan tujuan untuk menciptakan kesempatan kerja yang tinggi tanpa inflansi pengeluaran-pengeluaran yang tidak begitu penting atau bersifat konsuntif harus ditekan sehingga akan menghambat atau meperkecil jumlah uang beredar dalam masyarakat.


Contoh : uang karatal dan uang giral merupakan alat tukar atau alat jual beli yang digunakan manusia pada zaman modern karena pada saat kita tidak mungkin lagi melakukan system barter seperti jaman dahulu uang terdiri dari 2 jenis yaitu uang kartal dan uang giral.


Contoh : pekerjaan akuntan pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok yaitu akuntansi dan auditi.


Sumber:

https://penirumherbal.co.id/top-speed-2-apk/