HUBUNGAN ILMU AKHLAK DENGAN ILMU TAUHID 

 HUBUNGAN ILMU AKHLAK DENGAN ILMU TAUHID 

 HUBUNGAN ILMU AKHLAK DENGAN ILMU TAUHID 

Ilmu Tauhid dikemukakan Harun Nasution mengandung arti sebagai ilmu yang membahas tentang cara-cara meng-Esakan Tuhan sebagai salah satu sifat -sifat Tuhan Lainya. Selain itu ilmu ini juga di sebut sebagai Ilmu Ushul al-Din dan oleh karena itu buku yang membahas soal-soal Teologi dalam islam selalu diberi nama Kitab Ushul-al-Din. Selain itu ilmu ini disebut juga Ilmu ‘Aqa’id kredo atau keyakinan-keyakinan, dan buku-buku yang mengupas keyakinan –keyakinan itu diberi judul al-‘aqaid. ilmu ini dinamai Ilmu aqa’id (ikatan yang kokoh), karena keyakinan kepada Tuhan harus merupakan ikatan yang kokoh yang tidak boleh dibuka atau dilepaskan begitu saja, karena bahayanya amat besar bagi kehidupan manusia.selanjutnya ilmu tauhid disebut pula Ilmu Kalam yang secara Harfiah berarti Ilmu tentang kata-kata. Kalauyang dimaksud dengan Kalam adalah Sabda Tuhan , maka yang dimkasud adalah Kalam Tuhan yang ada dalam Al-Qur’an dan masalah ini pernah menimbulkan perbincangan bahkan pertentangan keras dikalangan umat islam diabad ke Sembilan Masehi sehingga menimbulkan pertentangan dan penganiayaan terhadap sesama umat Muslim. Selanjutnya kalau yang dimaksud kalam adalah kata-kata manusia maka yang dimaksud dengan ilmu kalam ilmu yang membahas tentang kata-kata atau silat lidah dalam rangka mempertahankan pendapat dan pendirian masing-masing. Dari berbagai istilah yang berkaitan dengan ilmu tauhid itu kita dapat memperoleh kesan yang mendalam bahwa ilmu tauhid pada intinya berkaitan dengan upaya memahami dan menyakini adanya tuhan dengan segala sifat dan perbuatan nya.

 Ilmu Akhlak dengan Ilmu Tauhid ini sekurang-kurangnya dapat dilihat melalui dua analisis sebagai berikut:

 Pertama ,diihat dari segi objek pembahasan nya, ilmu Tauhid sebagaimana di uraikan di atas membahas masalah Tuhan baik dari segi zat, sifat dan perbuatannya. Kepercayaan yang mantap kepada tuhan yang demikian itu akan menjadi landasan untuk mengarahkan amal perbuatan yang dilakukan  manusia, sehingga perbuatan yang dilakukan manusia itu tertuju semata-mata karna Allah  SWT. Ilmu tauhid akan mengarahkan perbuatan manusia menjadi iklas,dan keikhlasan nya ini merupakan salah satu akhlak yang mulia. Allah SWT, berfirman,

!$tBur (#ÿrâÉDé& žwÎ) (#r߉ç6÷èu‹Ï9 ©!$# tûüÅÁÎ=øƒèC ã&s! tûïÏe$!$# uä!$xÿuZãm (#qßJ‹É)ãƒur no4qn=¢Á9$# (#qè?÷sãƒur no4qx.¨“9$# 4 y7Ï9ºsŒur ß`ƒÏŠ ÏpyJÍhŠs)ø9$# ÇÎÈ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.  (QS AL-Bayyinah [98]:5).

Kedua dilihat dari segi fungsinya ilmu tauhid menghendaki agar seseorang yang bertauhid tidak hanya cukup dengan  menghafal rukun iman yang enam dengan dalil-dalilnya saja,tetapi yang terpenting adalah agar orang yang bertauhid itu meniru dan mencontoh terhadap subjek yang terdapat dalam rukun Iman itu. jika kita percaya bahwa allah memiliki sifat-sifat yang mulia, maka sebaiknya manusia  meniru sifat Tuhan itu.  Allah SWT. Misalnya bersifat al-Rahman, dan al-Rahim (Maha Pengasih dan Maha Penyanyang ),  maka sebaiknya manusia meniru sifat tersebut dengan mengembangkan sikap kasih sayang dimuka Bumi.

Demikian juga jika  seseorang beriman kepada para Malaikat, maka yang di maksudkan antara lain adalah agar manusia meniru sifat-sifat yang terdapat Malaikat, seperti  sifat jujur, amanah, tidak pernah durhaka dan patuh melaksanakan segala diperintahkan Tuhan. Dengan cara demikian percaya  kepada malaikat akan membawa kepada perbaikan akhlak yang mulia Allah SWT,  berfirman,

https://sewamobilbali.co.id/tiny-guardians-apk/