Fungsi Pada Limpa

Fungsi Pada Limpa

Fungsi Pada Limpa

Fungsi limpa berhubungan erat

dengan sistem kekebalan tubuh serta filter darah. Yang secara umum limpa berfungsi untuk mengakumulasi limfosit dan makrofaga, degradasi eritrosit, tempat cadangan darah dan sebagai organ pertahanan terhadap infeksi partikel asing yang masuk ke dalam darah.


Di dalam organ limpa terdapat “Spleen Phagocytoses” (Limpa fagosit) yang berfungsi sebagai penghancur eritrosit (sel darah merah) yang sudah tua. Setiap harinya limpa akan membuang 20 ml sel darah merah yang sudah tua. Selain itu sel-sel yang sudah terikat pada lg G pada permukaan akan dibuang oleh monosit. Limpa juga akan membuang sel darah putih yang abnormal, platelet dan sel-sel debris.


Membebaskan haemoglobin dari eritrosit, yang nantinya akan di ubah oleh hati menjadi bilirubin.


“Spleen Phagocytoses” Limpa fagosit juga memiliki fungsi sebagai penghasil limfosit dan sel plasma. Limfosit yang dihasilkan tersebut juga nantinya akan disimpan dan menghasilkan antibody yang dapat membantu sistem kekebalan tubuh.


Limpa juga berfungsi sebagai penyimpan cadangan sel darah merah, dan melepaskannya ketika terjadi perdarahan, oleh karena itu limpa juga berfungsi sebagai sistem pengendalian darah agar tetap berjalan sebagaimana mestinya dalam pembuluh darah.


Untuk membentuk eritrosit baru selama masa janin (in utero) dan bayi baru lahir.


Untuk menghancurkan Leukosit dan Trombosit.


Dapat menghasilkan Antibody sebagai sistem reticula-endotelial (limposit-B dibentuk di sum-sum tulang sebagai antibody, sedangkan limposit-T dibentuk di kelenjar getah bening dan limpa yang juga di program sebagai antibody untuk melawan antigen tertentu. Limpa juga menyaring darah dengan cara yang sama seperti sebuah nodus yang menyaring getah bening, sel B dan sel T yang bermigrasi dari sumsum tulang merah dan Thymus yang telah matang pada limpa (ada 3 jenis sel T yang menakjubkan, itu ialah memori T sel yang dapat mengenali patogen yang telah memasuki tubuh sebelumnya.


Dan dapat menangani mereka dengan lebih cepat, sel T lainnya disebut helper dan sitotoksik yang melaksnakan fungsi kekebalan, sedangkan sel makrofag limpa menghancurkan sel-sel darah patogen yang dilakukan oleh fagositosis.


Mengangkut kelebihan air dari jaringan kembali ke darah (mengatur cairan dan pengolahan makanan), cairan interestial yang menggenangi jaringan secara terus menerus yang diambil oleh kapiler-kapiler limfatik disebut dengan limfa. Limfa mengalir melalui sistem pembuluh yang akhirnya kembali ke sistem sirkulasi, ini dimulai pada ekstremitas dari sistem kapiler limfatik yang dirancang untuk menyerap cairan dalam jaringan yang kemudian dibawa melalui sistem limfatik yang bergerak dari kapiler ke limfatik (pembuluh getah bening) dan kemudian ke kelenjar getah bening.


Gatah bening ini disaring melalui benjolan dan keluar dari limfatik eferen. Dari sana getha bening tersebut melewati batang limfatik dan akhirnya ke dalam saluran limfatik. Yang pada titik ini getah bening dilewatkan kembali ke dalam aliran darah dimana perjalanan ini dimulai lagi.


Limpa mengekstrakso nutrisi dari makanan dan mengangkutnya ke bagian tubuh lainnya termasuk otot, menjamin kekuatan dan pengembangan otot serta anggota gerak.


Produksi opsonin, tufsin dan properdin. Tufsin mempromosikan fegositosis, properdin menginisiasi pengaktifan komplemen untuk dekstruksi bakteri dan benda asing yang terperangkap didalam limpa.


Sumber: https://www.tokomodemku.co.id/lost-frontier-apk/