1. Filsafah

Dasar filsafah islam ialah tauhid, dimana dalam hal ini tauhid berimplikasi adanya kemestian setiap kegiatan ekonomi untuk bertolak dan bersumber dari ajaran Allah sedangkan ekonomi konvensional yang didasarkan pada filsafat sekularisme dan materialism.

  1. Masalahah dan Manfaat

Maslahah ‘ammah atau kemaslahatan umum merupakan landasan dalam bermuamalah, yaitu kemaslahatan yang dibingkai secara syar’I dalam ekonomi Islam, sedangkan dalam ekonomi konvensional  profit motive dan materiil rentability yang menjadi landasanya.

  1. Tujuan dalam Berekonomi

Ekonomi Islam dalam hal tujuannya yaitu mencapai kemakmuran dunia dan akhirat, sedangkan tujuan dalam ekonomi kapitalis menimbun harta sebanyak-banyaknya untuk kepuasan pribadii, sedangkan sosialis memiliki asumsi bahwa tujuan gaya hidup dalam berekonomi adalah kesetaraan penghasilan bagi kaum buruh.

  1. Kosep kepemilikan

Ekonomi Islam sumber kekayaan yang dimiliki hanyalah titipan Allah. Sehingga berimplikasi positif dalam praktek berekonomi dalam produksi, konsumsi, maupun distribusi. Sedangkan konsep kapitalis memiliki pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi dimana pemilikan alat-alat produksi ditangan individu. Individu bebas memilih pekerjaan atau usaha yang dipandang baik bagi dirinya, hal ini ditandai dengan adanya pasar bebas yang merupkan mekanisme yang dapat menjamin dari aktualisasi kebebasan dan hak kepemilikan pribadi, dan juga mendorong dan melindungi hak kebebasan sampai batas maksimal individu yang dalam hal ini tanpa campur tangan pemerintah. Sedangkan sosialis sumber kekayaan didapat dari pemberdayaan buruh.

Sumber :

https://hopalleybrew.com/indosat-ajak-generasi-muda-bijak-gunakan-internet/