Corsagrip: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Corsagrip obat apa? Corsagrip adalah obat dengan kadar bahan aktif paracetamol, dextromethorphan, chlorpheniramine maleate, dan phenylpropanolamine yang diformulasikan untuk mengatasi gejala flu layaknya sakit kepala, bersin, batuk, hidung tersumbat, pilek, dan demam.

Ketahui lebih lanjut berkenaan obat ini mulai berasal dari manfaat, dosis, dampak samping, dan lainnya selanjutnya ini!

Rangkuman Informasi Obat Corsagrip
Nama obat Corsagrip
Golongan obat Analgesik, antipiretik, dekongestan
Kandungan obat Paracetamol, dextromethorphan, chlorpheniramine maleate, dan phenylpropanolamine
Kategori obat Obat bebas
Manfaat obat Mengatasi gejala flu seperti:
Sakit kepala
Bersin
Batuk
Hidung tersumbat
Pilek
Demam
Kontraindikasi obat
Hipersensitivitas
Pengonsumsi alkohol
Gangguan faedah hati (liver)
Penyakit ginjal
Anemia
Ibu hamil
Dosis obat
Dewasa >60 kg: dosis tunggal 500 mg. Penggunaan 5 – 7 hari
Anak-anak 6 – 12 tahun: 250 – 500 mg
Anak-anak 1 – 5 tahun: 120 – 250 mg
Anak-anak 3 bulan – 1 tahun: 60 – 120 mg
*Dosis dibagi menjadi 4 kali di dalam sehari atau sesuai wejangan dokter

Sediaan obat Kaplet
Cara Kerja Obat Corsagrip
Cara kerja obat ini bisa diamati berasal dari kadar bahan aktifnya yakni Paracetamol, dextromethorphan, chlorpheniramine maleate, dan phenylpropanolamine.

Paracetamol, misalnya. Agen ini bekerja dengan cara menghindar kegiatan produksi prostaglandin yang tak lain merupakan senyawa penghasil rasa nyeri terhadap tubuh. Sementara phenylpropanolamine merupakan dekongestan yang bekerja dengan cara meredakan sumbatan terhadap saluran pernapasan yakni hidung.

Manfaat Obat Corsagrip
Manfaat obat ini adalah untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan akibat flu, yaitu:

Sakit kepala
Bersin
Batuk
Hidung tersumbat
Pilek
Demam
Pastikan untuk mengkonsumsi obat ini sesuai dengan manfaatnya. Penggunaan obat yang tidak tepat bisa menghalau efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi berbahaya terhadap tubuh.

Kontraindikasi Obat Corsagrip
Penggunaan obat tidak direkomendasikan terhadap orang-orang dengan sejumlah kondisi. Pasalnya, hal ini bisa menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

Hipersensitivitas
Pengonsumsi alkohol
Gangguan faedah hati (liver)
Penyakit ginjal
Anemia
Ibu hamil
Sampaikan terhadap dokter misalnya Anda sedang atau dulu mengalami tidak benar satu berasal dari kondisi-kondisi di atas sehingga dokter bisa mencarikan obat alternatif sebagai pengganti yang lebih aman untuk digunakan.

Dosis Obat Corsagrip
Obat ini masuk ke di dalam kategori obat bebas. Penggunaannya tidak harus melalui resep dokter dan Anda bisa mendapatkan obat ini di apotek, swalayan, maupun toko obat terdekat.

Dosis obat Corsagrip adalah sebagai berikut:

Dewasa >60 kg: dosis tunggal 500 mg. Penggunaan 5 – 7 hari
Anak-anak 6 – 12 tahun: 250 – 500 mg
Anak-anak 1 – 5 tahun: 120 – 250 mg
Anak-anak 3 bulan – 1 tahun: 60 – 120 mg
Pastikan untuk mengkonsumsi obat ini sesuai dengan dosisnya. Jika ragu, tanyakan terhadap apoteker berkenaan dosis yang tepat sesuai kondisi Anda.

Penggunaan obat yang tidak sesuai dengan dosis bakal membawa dampak penurunan efektivitas obat atau justru menimbulkan reaksi berbahaya terhadap tubuh Anda.

Petunjuk Penggunaan Obat Corsagrip
Berikut adalah wejangan penggunaan obat yang harus Anda perhatikan sebelum gunakan obat ini:

Gunakan obat sesuai dengan dosis yang tertulis terhadap kemasan (atau sesuai wejangan dokter/apoteker)
Gunakan obat secara teratur, yakni di rentang waktu yang serupa tiap tiap harinya. Contoh, tiap tiap 6 jam sekali. Tentukan jadwal penggunaan obat dan jalankan tiap tiap hari secara konsisten.
Apabila lupa gunakan obat terhadap jadwal yang sudah ditentukan, segera minum kala ingat (berlaku jikalau jarak dengan jadwal penggunaan obat seterusnya tetap jauh, misalnya 4 jam lagi). Hindari penggunaan obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat
Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup, dan kegiatan lainnya sesuai wejangan dokter
Petunjuk Penyimpanan Obat Corsagrip
Obat ini harus disimpan di area yang benar untuk sehingga mutu obat selalu terjaga. Berikut adalah wejangan penyimpanan obat yang harus Anda terapkan:

Simpan obat di area bersuhu 15 – 30 derajat celcius
Hindari menyimpan obat di area lembap
Hindari menyimpan obat di area yang terpapar sinar matahari langsung
Jauhkan berasal dari jangkauan anak-anak
Segera membuang obat misalnya sudah memasuki era kedaluwarsa
Efek Samping Obat Corsagrip
Penggunaan obat bisa saja bakal menimbulkan gejala dampak samping. Gejala dampak samping yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Kulit gatal
Ruam
Gangguan pencernaan (diare)
Mual dan muntah
Kepala pusing
Perubahan warna urine dan feses menjadi lebih gelap
Nyeri tenggorokan
Gejala dampak samping obat selanjutnya merupakan suatu hal yang wajar dan kebanyakan bakal mereda sehabis sebagian saat. Akan tetapi, Anda direkomendasikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter misalnya gejala yang dirasakan tak kunjung mereda sehabis sebagian lama.

Interaksi Obat Corsagrip
Obat ini bakal berinteraksi jikalau digunakan seiring dengan sejumlah tipe obat-obatan lainnya. Interaksi yang terjadi berdampak terhadap menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu terhadap tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud meliputi:

Antikoagulan
Antikoligernik
Diazepam
Isoniazid
Carbamazepine
Phenytoin
Phenobarbital
Primidonom
Cholestyramine
Probenecid
Sampaikan terhadap dokter misalnya Anda terhitung sedang mengkonsumsi obat-obatan di atas sehingga dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman.

Peringatan dan Perhatian Obat Corsagrip
Peringatan! Sebelum gunakan obat, perhatikan terhitung hal-hal selanjutnya ini:

Jangan mengkonsumsi obat misalnya Anda terhitung sedang mengkonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini
Obat ini masuk ke di dalam kategori C untuk ibu hamil dan menyusui. Penggunaannya diperkenankan misalnya faedah yang diberikan lebih besar ketimbang risiko yang ditimbulkan
Hentikan penggunaan obat jikalau dirasa mengalami sejumlah dampak samping layaknya kepala pusing, mual, muntah, gatal, dan gejala dampak samping lainnya sebagaimana sudah disebutkan di atas
Beritahu dokter misalnya Anda sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit

Artikel Lainnya : teknik dasar permainan sepak bola

Baca Juga :