Proses Lahirnya Kegiatan

Proses Lahirnya Kegiatan Proses lahirnya sebuah kegiatan dan bagaimana peran OC didalamnya: Sebuah kegiatan lahir oleh adanya fungsi administrasi yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuated), pengawasan (controlling) dan pengevaluasian (evaluated). Fungsi administrasi tersebut dilaksanakan oleh Organizing Committee (OC) sebagai panitia teknis dalam melakukan program dan kinerja dari pada tim OC akan mendapatkan pengawasan oleh Steering Committee (SC) agar kinerja OC dapat terlaksana sesuai yang di

Filsafat Politik Thomas Hobbes

Filsafat Politik Thomas Hobbes Hobbes menggambarkan negara sebagai makhluk raksasa dan menakutkan yang melegitimasikan diri semata-mata karena kemampuannya untuk mengancam. Hal itu dikarenakan pada pemerintahan di zamannya terkenal dengan negara yang absolut. Hobbes tidak mau membenarkan kesewenangan para raja, melainkan ia mau mendasarkan suatu kekuasaan negara yang tidak tergoyahkan. Pendasaran itu dilakukan dengan secara konsisten

 Faktor-Faktor Produksi Dan Peranan Pengusaha

 Faktor-Faktor Produksi Dan Peranan Pengusaha Sesuatu yang mendorong adanya kebutuhan barang dan jasa bisa disebut sebagai faktor produksi. Dimana faktor ini berpengaruh besar dalam keberhasilan dari suatu lembaga atau perusahaan dalam meproduksi barang dan jasa. Terdapat empat faktor-faktor produksi dalam kegiatan ekonomi yang akan dijelaskan berikut ini. Faktor Produksi Dalam Ekonomi Adapun keempat faktor produksi

Pengertian Ekonomi Islam

Pengertian Ekonomi Islam Berbagai ahli ekonomi muslim memberikan definisi ekonomi islam yang bervariasi, tetapi pada dasarnya mengandung makna yang sama. Pada intinya ekonomi islam adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang berupaya untuk memandang, menganalisis, dan akhirnya menyelesaikan permasalahan-permasalahan ekonomi dengan cara-cara yang islami. Untuk memberikan pengertian yang lebih jelas maka berikut definisi ekonomi islam dari beberapa ekonomi

Filsafah

Filsafah Dasar filsafah islam ialah tauhid, dimana dalam hal ini tauhid berimplikasi adanya kemestian setiap kegiatan ekonomi untuk bertolak dan bersumber dari ajaran Allah sedangkan ekonomi konvensional yang didasarkan pada filsafat sekularisme dan materialism. Masalahah dan Manfaat Maslahah ‘ammah atau kemaslahatan umum merupakan landasan dalam bermuamalah, yaitu kemaslahatan yang dibingkai secara syar’I dalam ekonomi Islam,

Perbandingan Sistem Ekonomi Islam dan Konvensional

Perbandingan Sistem Ekonomi Islam dan Konvensional 1)      Konsep Sumber kekayaan. Sumber kekayaan, konsep sumber kekayaan antara kaum kapitalis dan sosialis adalah sama dimana dalam konsep ini sumber kekayaan sangat langka atau disebut dengan scarcity of resource. Namun tidak dalam konsep Islam, dalam Islam konsep kekayaan adalah mutlak milik Allah, dari Allah, karna Allah. 2)      Konsep Kepemilikan Konsep

Manfaat Pembangunan Ekonomi

Manfaat Pembangunan Ekonomi Manfaat pembangunan ekonomi banyak yang tidak diketahui masyarakat luas. Masyarakat luas pikir, ekonomi dan pembangunannya berada di tangan pemerintah. Padahal masyarakat memegang peranan yang penting dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Ekonomi merupakan salah satu sektor yang ingin dikembangkan oleh pemerintah. Sayangnya ekonomi di Indonesia mengalami pasang surut, terutuama kurs mata uang rupiah

Pembangunan nasional diarahkan pada tujuan berikut

Pembangunan nasional diarahkan pada tujuan berikut Tujuan Jangka Pendek, yaitu meningkatkan taraf hidup, kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin adil dan merata serta meletakkan landasan yang kuat untuk tahap pembangunan berikutnya. Tujuan Jangka Panjang, yaitu mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata, material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Kriteria Wujudul Hilal

Kriteria Wujudul Hilal Ragam kriteria untuk menentukan masuknya bulan baru Qamariyah semakin berkembang dan masing-masing memperoleh pendukungnya. Para ahli hisab di tanah air pun terbagi-bagi ke dalam kelompok-kelompok tertentu sesuai dengan kecenderungan dalam memegangi kriteria awal bulan tersebut, sehingga  nyaris menjadi aliran-aliran dalam penentuan awal bulan Qamariyah. Muhammadiyah memilih wujudul hilal sebagai pedoman penentuan awal bulan

Metode penenntuan awal bulan qomariyyah yang digunakan muhammadiyah

Metode penenntuan awal bulan qomariyyah yang digunakan muhammadiyah Menurut Muhammadiyah ada empat cara atau metode untuk mengetahui datang dan berakhirnya bulan Ramadhan, yang sekaligus merupakan sumber pengetahuan seseorang tentang datang dan berakhirnya bulan Ramadhan. Keempat cara tersebut adalah: pertama, terlihatnya hilal (rukyah), kedua, kesaksian orang yang adil, ketiga, menyempurnakan bulan Sya’ban tiga puluh hari (istikmal)