Cara Tingkatkan Rasa Percaya Diri Anak Saat Belajar

Di sinilah peran Ayah bunda, bagaimana memotivasi anak-anak supaya mereka merasa percaya diri dan meyakinkannya bahwa mereka dapat untuk mengerjakan tugas tersebut. 7 tahapan ini dapat menolong Ayah bunda menanggulangi anak yang tidak percaya diri inilah ini :

1. Berikan keyakinan anak untuk mengerjakan sesuatu sendiri
Anak bakal merasa senang bila mereka dapat mengerjakan sesuatu cocok dengan kekuatan dan keterampilan mereka. Berikan kebebasan untuk anak guna mengeluarkan gagasan dan pendapatnya. Bila mereka diberi kepercayaan, mereka bakal dapat mengembangkan kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan keputusan yang baik.

2. Mengakui prestasi anak dengan tepat
Berikan pujian untuk anak bila mereka sukses melakukan hal-hal baru, mulai dari urusan sekecil apapun. Hargai usaha mereka dan berikan pernyataan bahwa mereka dapat melakukan tugas tersebut, contohnya mereka sukses menyelesaikan tugas mengecat mereka, tempel hasilnya di dinding kamar atau lemari mereka.

3. Membuat susunan kekuatan dan kelemahan
Ayah bunda bisa memantau pekerjaan belajar anak dengan seksama dan menyaksikan apa yang mereka lakukan. Di mata latihan atau pada pelajaran manakah mereka merasa gampang atau kendala untuk melakukannya. Bila tahu kekuatan anak pada mata latihan apa yang mereka sukai, gali kemampuannya dan rangkailah prestasi anak di bidang itu.

Hal ini akan membangunkan semangat mereka dan mendorong percaya diri mereka lebih baik. Sebaliknya tidak boleh terlalu memaksakan bila ada mata latihan yang susah dan tidak digemari anak. Jangan menciptakan anak semakin depresi sebab tekanan dari Ayah bunda dan lingkungan sekitarnya.

4. Jangan Bandingkan Anak
Kebiasaan mencocokkan anak dengan anak lainnya, baik tersebut adiknya, kakak, rekan atau saudaranya sebab akan merusak harga diri anak. Mereka merasa dirinya tidak jarang kali menjadi komparasi dan merasa dirinya tidak dapat untuk mengerjakan tugas yang diberikan.

Mungkin anak belum dapat untuk mengungkapkan kekesalannya sebab selalu dibanding-bandingkan namun hal ini lama kelamaan akan memprovokasi bawah alam sadarnya bahwa mereka merasa benar-benar tidak dapat melakukan tugas tersebut, situasi ini akan memprovokasi rasa percaya dirinya.

5. Ekspresi positif
Reaksi Ayah bunda dapat memprovokasi bagaimana anak-anak merasa mengenai diri mereka sendiri. Wajah bahagia dan ekspresif positif laksana intonasi suara dan bahasa tubuh akan menciptakan anak merasa bahwa mereka menemukan perhatian dari Ayah bunda.

Perhatian orang tua dapat menolong meningkatkan rasa percaya diri anak. Misalnya, bila anak mengindikasikan kertas ulangannya dan mendapat nilai 85 pada mata latihan matematika. Tunjukkan ekspresi kegembiraan, berikan mereka pelukan, senyuman tulus, tatap matanya seraya mengacungkan dua jempol.

6. Belajar dari kesalahan
Setiap anak tentu pernah merasakan sebuah kesalahan. Terkadang kesalahan tersebut terjadi berulang kali yang akhirnya menciptakan anak menyerah dan tidak hendak melakukannya lagi. Kondisi ini menciptakan anak menjadi tidak percaya diri. Ketika anak dalam situasi seperti ini, mereka membutuhkan sokongan dari kita bahwa kesalahan ialah hal yang biasa.

Membuat suatu kekeliruan bukan berarti anak tidak memiliki peluang untuk berhasil, namun dari kesalahan malah anak bisa belajar guna tidak mengulanginya lagi dan berusaha supaya lebih baik sampai-sampai tujuan mereka bisa tercapai.

7. Ciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan
Salah satu hal penting yang dapat memprovokasi rasa percaya diri anak ialah kasih sayang tulus yang diserahkan oleh ayah bunda. Ciptakan lingkungan lokasi tinggal yang harmonis dan bahagia. Keceriaan dan kehangatan keadaan di lokasi tinggal akan dominan dalam proses belajar mereka.

Sumber : http://www.personalrabatten.se/bnr/Visa.aspx?bnrid=181&url=www.pelajaran.co.id