Biro Komunikasi IPB Latih Mahasiswa Public Speaking

Biro Komunikasi IPB Latih Mahasiswa Public Speaking

Biro Komunikasi IPB Latih Mahasiswa Public Speaking
Biro Komunikasi IPB Latih Mahasiswa Public Speaking

Persaingan ketat di dunia kerja perlu diimbangi dengan softskill yang mumpuni.

Salah satu softskill yang penting adalah public speaking.

Public speaking atau berbicara di depan umum bukan menjadi hal yang mudah apabila tidak dilatih terus menerus. Dalam pekerjaan apapun, mulai dari pegawai hingga pengusaha, harus bisa berbicara yang baik di depan umum agar informasi tersampaikan dengan baik.

Mahasiswa Peminat Ilmu Kehumasan (MPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) di bawah naungan Biro Komunikasi IPB mengadakan pelatihan public speaking bersama dengan seorang penyiar radio dan televisi profesional, Mey Cresentya. Acara yang mengusung tagline ‘Indonesia Bicara Baik’ ini dilaksanakan di Kampus IPB Dramaga, Bogor (6/10) dan dihadiri 43 peserta.

Ir. Yatri Indah Kusumastuti, MS selaku pembina dari MPIK IPB mengatakan bahwa jenis

komunikasi ada dua. Yakni komunikasi verbal dan non verbal. Selain menguasai komunikasi verbal “Seorang public speaker harus juga mampu menguasai pula komunikasi non verbal yakni mimik dan gestur. Jadi, eskpresif juga penting dalam hal ini,” ujarnya.

Mey Cresentya selaku pembicara mengawali pelatihan dengan mengajak para peserta untuk melakukan perkenalan satu per satu dengan gestur tubuh dan intonasi yang semangat. Mey menyebutkan, bahwa seorang public speaker yang baik harus memberikan kesan baik pada 2-3 menit pertama agar audiens mengaguminya.

“Trik public speaking yang baik yaitu kuasai diri, kuasai materi, dan kuasai reaksi audiens.

Salah satunya yang paling penting adalah kontak mata dengan audiens,” tutur Mey.

Usai melakukan perkenalan satu per satu dan memberi saran terhadap peserta tentang pembawaan seorang public speaker yang baik, Mey memberikan beberapa teori terkait persiapan untuk melakukan public speaking.

Persiapan tersebut berupa persiapan pesan yang akan disampaikan,conversational language yang baik seperti kontak mata, melibatkan dinamika emosi agar audiens tertarik, perkuat pesan dengan bahasa tubuh seperti gestur dan mimik yang khas, serta call to action berupa hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum memulai public speaking seperti rileks dan mengenali audiens.

“Selain itu, public speaking yang baik juga harus mengangkat unsur lima S (5S) yakni Semangat, Senyum, Sapu Audiens, Sapa, dan Salam,” tambah Mey.

 

Baca Juga :