Balai Pustaka Akan Bentuk Sastrawan Angkatan Milenium

Balai Pustaka Akan Bentuk Sastrawan Angkatan Milenium

Balai Pustaka Akan Bentuk Sastrawan Angkatan Milenium
Balai Pustaka Akan Bentuk Sastrawan Angkatan Milenium

Periodeisasi kesusastraan Indonesia seakan terputus pasca angkatan 1980-1990-an.

Sebelumnya para periodeisasi Sastra Indonesia sangat terkenal dengan angkatan pujangga lama, angkatan Balai Pustaka dan selanjutnya.

Kini di era 2000-an kendati tetap lahirnya para sastrawan baru dan muda, namun belum bisa mentriger anak muda untuk tetap tertarik ke bidang tersebut. Sehingga kesastraan Indonesia semakin ditinggalkan.

Direktur Komersial Balai Pustaka Achmad Fachrodji menyebut, dahulu Sastra Indonesia

diperiodesasi menjadi angkatan pujangga lama, angkatan sastra Melayu Lama, angkatan Balai Pustaka, angkatan 1945 hingga angkatan 1980-1990-an. ”Kalau kita himpun ada 100 sastra pasca tahun 2000-an. Kita akan bentuk angkatan melenium,” kata Achmad Fachrodji seperti yang dilansir Indopos (Jawa Pos Group), Selasa (12/9).

Lebih jauh dikatakannya, di era globalisasi sekarang ini masyarakat Indonesia terkesan konsumtif terhadap perkembangan teknologi. Salah satunya, keinginan konsumsi sastra asing yang merambah Indonesia. Dampaknya, tidak sedikit generasi muda saat ini mulai melupakan sastra Indonesia.
”Generasi muda saat ini sudah tidak mengenal sastra,” imbuhnya.

Penyebabnya, kata Achmad, pelajaran kesusastraan sudah ditinggalkan oleh negara.

Sehingga pelajar tidak mengenyam kesusastraan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Untuk itu, dikatakan Achmad, pihaknya sudah menghadap ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

”Kami ingin bidang kesusastraan dihadirkan lagi ke pelajaran siswa di sekolah. Kami ingin mengembalikan Balai Pustaka menjadi rumah sastra Indonesia lagi,” terangnya.

Achmad menuturkan, turunnya minat generasi muda untuk mempelajari salah satunya, karena kesulitannya mempelajari bidang sastra. Dan tidak adanya periodesasi angkatan sastra Indonesia.

 

Baca Juga :