5 MITOS SOAL KESEHATAN KULIT WAJAH YANG SERING BIKIN SALAH KAPRAH

Ada sebagian mitos soal kesehatan kulit muka yang keluar masuk akal. Namun kecuali dipelajari lebih lanjut, sesungguhnya itu mitos yang salah kaprah. Apa saja itu?

Perawatan kulit muka menjadi barang yang jamak belakangan ini. Jika pernah pria yang acuhkan dengan kesehatan kulit wajahnya diakui sebagai cowok tulang lunak, maka sekarang tidak.

Semakin banyaknya klinik kesehatan kulit menjadi bukti bahwa seluruh orang kini acuhkan dengan penampilannya, terlebih soal kulit wajah.

Meski begitu, dengan hadirnya kepedulian untuk merawat kulit yang tidak ulang dapat didasarkan terhadap gender, ternyata mitos-mitos akan perawatan kulit juga ikut muncul. Bahkan keluar juga tips-tips kesehatan yang sesungguhnya justru berisiko membuat kulit menjadi rusak.

Beberapa di antara mitos soal kesehatan kulit yang salah kaprah itu adalah:

1. Tak usah memakai pelindung kulit kecuali hawa ulang dingin
Mau sedang naik gunung atau berada di area yang mendung, sinar matahari yang mengandung radiasi sinar Ultraviolet (UV) sesungguhnya senantiasa tembus ke permukaan bumi. Ya kecuali sinar nggak tembus, ya keadaan menjadi gelap gulita lah keleuss, bijimana seeeh?

Oleh karena itu, meski keadaan merasa dingin dan sejuk, jangan remehkan kemampuan sinar UV berasal dari matahari untuk membakar kulitmu meski sedang dalam keadaan yang tak panas-panas amat. Pada kenyataanya kulitmu ya senantiasa terbakar meski yang kamu rasakan ya cuma anget-anget tai ayam gitu.

Kecuali kecuali kamu emang bermaksud berjemur sih. Itu mah telah beda urusan.

2. Sering facial itu baik
Seperti halnya olahraga berlebih itu tidak baik untuk tubuh, facial yang terlalu berlebih juga malah tidak baik untuk kulit. Sebab, tidak seluruh type kulit itu butuh facial secara rutin. Ada yang sesungguhnya butuh, tersedia yang malah sebisa bisa saja jarang.

Ada sebagian aspek yang membuatmu butuh melaksanakan facial muka atau tidak. Misalnya berasal dari aspek usia, type kulit berminya atau tidak, lebih-lebih hingga dengan cuaca. Jika dilakukan terhadap selagi yang tidak tepat dan amat sering, kulit muka malah rusak.

Niat hati kepingin memiliki kulit muka kayak Luna Maya malah menjadi kayak kulit keriput Raja Iblis Pikolo.

3. Pakai produk yang banyak itu lebih maksimal hasilnya
Mitos berikutnya soal kesehatan kulit adalah mengoleskan produk perawatan kulit berasal dari beraneka merk dikira dapat memaksimalkan reaksi. Misalnya kamu telah memakai pembersih wajah, lalu cuci muka, lalu cuci muka lagi, gitu aja tetap hingga Jan Ethes rabi. Yang berjalan malah kulit mengalami pemberontakan besar-besaran.

Misalnya karena kulitmu gelap, lalu kamu ngejar segala upaya biar kulitmu dapat menjadi putih. Lalu segala macam produk pemutih kulit kamu coba. Dari yang merk luar negeri hingga yang tradisional. Yakin deh, perihal itu malah tidak membantu. Kulitmu malah dapat menjadi rusak karena itu.

Lagian tidak seluruh produk kesehatan kulit itu cocok untuk kamu. Misalnya kamu seekor buaya, senang dipakein krim pemutih muka harga miliaran ya nggak akan dapat putih kecuali kamu buaya albino.

4. Harga pilih kualitas produk kesehatan kulit
Mitos selanjutnya adalah produk perawatan kulit itu bukan ditentukan oleh harganya. Sebab, kerap kali efektivitas sebuah produk kecantikan atau perawatan itu cuman soal ke-istiqomah-an pemakainya. Kalau memakai produk kesehatan kulit jutaan namun dipakainya setahun satu kali ya akan percuma.

Mending duitnya disedekahkan aja untuk anak yatim dan kaum duafa. Kalau pun kulitnya nggak menjadi bersih dan cantik, paling nggak harta dan hatinya yang bersih. Malah pesan moral~

5. Makanan sehat nggak lebih penting ketimbang memakai produk kesehatan
Mitos terakhir yang kerap disalahpahami para perawat kulit muka radikal adalah beli-beli produk kecantikan namun lupa membeli makan-makanan sehat. Padahal yang lebih utama untuk membuat kulit muka cerah dan bercahaya itu justru berasal dari makanan bergizi yang dikonsumsi.

Salah satu patokan misalnya, kecuali kamu memiliki kawan yang nggak doyan buah atau sayur, coba menyaksikan saja raut wajahnya. Berani taruhan, pasti wajahnya sendu-sendu lesu gitu.

Bandingkan dengan kawan kamu yang doyan banget makan sayuran atau buah-buahan, wajahnya akan nampak cerah. Ya, bisa saja masih jerawatan satu-dua biji, namun secara keseluruhan raut wajahnya pasti keluar segar.

Pada dasarnya produk kesehatan kulit muka itu cuma alat bantu, kecuali kulit nggak memiliki pasokan nutrisi berasal dari dalam tubuh ya mirip aja bohong. Apalagi kecuali hingga tersedia orang yang nekat ngabisin duwit untuk membeli produk kecantikan namun lupa mirip urusan perutnya. Tiap hari makan mie instan memakai nasi mulu.

Baca Juga :